Virus Corona di Jatim

156 PMI atau TKI dari Malaysia Bakal Pulang Kampung di Jatim, Rapid Test & Ruang Isolasi Disiapkan

TKI yang mudik adalah pekerja migran yang mendapatkan cuti maupun yang telah habis kontrak dan kembali ke kampung halaman di Jawa Timur.

TribunJatim/Luhur pambudi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi saat di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Senin (23/3/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa besok rencananya akan tiba sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI dari Malaysia ke Jawa Timur.

Mereka adalah pekerja migran yang mendapatkan cuti maupun yang telah habis kontrak dan kembali ke kampung halaman di Jawa Timur.

Guna mengantisipasi gelombang kedatangan para PMI dari negara terjangkit tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan sejumlah antisipasi. Khususnya sebelum mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Ada 23 Klaster Sumber Penularan Virus Corona di Jatim, 4 Klaster di Malang Raya Termasuk Kota Batu

Belum Ada Daerah di Jatim Ajukan PSBB, Termasuk Malang dan Surabaya, Ternyata Ada Syarat Wajibnya

Sopir Cabul Nodai Dua Remaja Perempuan dalam Sehari di Jember, Hanya Modal Buaian di Media Sosial

“Besok kita akan kedatangan PMI dari Malaysia yang terkonfirmasi besok sore akan landing di Juanda. Jumlahnya ada 156 orang,” kata Khofifah, Senin (6/4/2020).

Pemprov dikatakan Khofifah sudah menyiapkan pos di mana bisa menampung para PMI sebanyak 150 bed di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

Begitu tiba di Juanda mereka akan langsung dilakukan pemeriksaan standar untuk covid-19.

Seperti yang paling mendasar adalah pemeriksaan suhu tubuh.

“SOP nya selain dicek suhu tubuh besok juga akan dilakukan rapid test. Jika ada yang ditemukan positif maka akan langsung dilakukan perawatan untuk segera di-swab PCR,” tegas Khofifah.

Jika di antara mereka yang di rapid test hasilnya negatif, namun terdapat tanda-tanda klinis batuk dan juga demam maka mereka akan segera dibawa perawatan.

“Sedangkan yang sudah di rapid test dan tidak ada tanda atau gejala klinis maka akan mereka akan langsung diantarkan Pemprov Jawa Timur di titik-titik daerah dimana kepala desanya menyambut untuk diisolasi atau observasi 14 hari,” tegas Khofifah.

Sehingga ditegaskan Khofifah untuk persiapan penyambuhan PMI seluruhnya sudah siap dan tidak akan membahayakan warga masyarakat di Jawa Timur.

Lebih dari itu Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan mereka yang kembali ke daerah akan diberlakukan isolasi kawasan atau isolasi mandiri.

“Kita sudah punya strategi. Kita akan cek pintu-pintu kedatangan baik bus kapal dan pesawat. Kalau yang ini berarti adalah yang kedatangan pesawat, kita akan data kemana mereka akan kembali, cek suhu. Kalau tidak ada masalah maka dia akan kita arahkan ke isolasi di rumah,” kata Kohar.

Bagi yang diisolasi di rumah mereka juga akan diberikan kartu kewaspadaan diri.

Namun jika mereka dalam cek suhu menunjukkan derajat lebih dari 37,5, maka mereka akan dilakukan rapid test.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved