Imbas Corona Penjualan Sepeda Motor Baru dan Bekas Alami Penurunan Drastis

Dampak Virus Corona juga berimbas di sektor industri motor yang mengalami penurunan drastis akibbat pandemi corona yang melanda indonesia

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
Artikel dari Kompas
Industri Sepeda Motor 

SURYAMALANG.COM, Malang Virus Corona membawa dampak di semua sektor lini usaha masyarakat, termasuk Industri Sepeda Motor.

Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia ( AISI) membenarkan bahwa pandemik virus corona alias Covid-19, berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kendaraan roda dua nasional tahun ini.

Berdasarkan perhitungan sementara dari angota, penurunan yang terjadi berkisar di antara 25 persen sampai 30 persen.

Perhitungan ini dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar, sebagaimana dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AISI Hari Budianto.

"Menurut perhitungan pengurus saat ini, diproyeksikan bahwa sampai akhir tahun kira-kira pasar domestik akan terkoreksi 25-30 persen dibanding tahun sebelumnya," kata dia Artikel Kompas.com; "AISI: Penjualan Sepeda Motor Anjlok 30 Persen Tahun Ini", https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/05/103412415/aisi-penjualan-sepeda-motor-anjlok-30-persen-tahun-ini.

Hari juga menyatakan, saat ini pasar sepeda motor mulai mengalami gejolak seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat pada kebutuhan sekunder dan tersier.
"Penjualan Januari-Februari 2020 itu ada sedikit penurunan karena faktor awal tahun, yakni sekitar 8 persen. Kemudian, pada Maret 2020 gejolaknya semakin terasa sejak pernyataan virus corona pertama kali dimunculkan oleh pemerintah," ucapnya.

Meski belum bisa mengatakan angka detail performa hingga triwulan pertama 2020,

Hari masih optimis bahwa asosiasi bisa memberi kontribusi positif terhadap negeri.

"Cukup sulit sebenarnya untuk berbicara pasti tentang pasar, tapi kami harap pandemi cepat berlalu. Kami pun bersedia untuk support bila diminta pemerintah, sesuai kapasitas kami," ujar dia.

Untuk diketahui, pada awal tahun lalu AISI yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS, menargetkan penjualan 2020 sama dengan pencapaian tahun sebelumnya, yaitu 6,4 juta unit. Sementara untuk performa ekspor, tahun ini asosiasi menargetkan mampu mencapai 1 juta unit atau naik sekitar 200.000 unit dibanding pencapaian tahun lalu.

Penjualan Motor Bekas Juga mengalami Penurunan Penjualan
Penjualan motor bekas ( Mokas) juga terkena dampak negatif, dari meluasnya penyebaran virus corona.

Seperti di wilayah Solo Jawa Tengah sejak virus yang pertama di temukan di Wuhan, China menyebar di Solo, jumlah penjualan Mokas langsung anjlok hingga lebih dari 50 persen.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pemilik showroom Mokas, Nugroho Motor, Kartasura.
Nugroho mengatakan, sebelum penyebaran virus semakin meluas dan belum adanya imbauan dari pemerintah agar tidak keluar rumah, penjualan Mokas masih bagus.

setiap hari bisa menjual rata-rata ada transaksi penjualan motor, tetapi kemudian menjadi sepi,” katanya. Artikel Kompas.com: "Ada Virus Corona, Penjualan Motor Bekas Anjlok"

Bahkan, lanjut Nugroho sejak enam hari terakhir belum ada transaksi sepeda motor di tempatnya.

“Kalau sebelum adanya kejadian ini rata-rata dalam sebulan tempat kami mampu menjual 30 motor, tetapi sekarang paling hanya 15 motor. Jadi menurun hingga 50 persennya,” ucapnya.

Nugroho juga mengatakan, disaat penjualan tengah sepi justru banyak yang menjual kendaraan ke tempatnya. “Kalau barangnya masuk ya saya terima, tetapi kalau tidak ya tidak saya terima. Barang di tempat saya juga masih banyak soalnya,” ujarnya.

Informasi yang sama juga diungkapkan oleh pemilik showroom Mokas Gilang Motor, I Wayan Suryanata.

penjualan Mokas mengalami penurunan yang sangat besar. Bahkan dalam satu pekan terakhir belum ada transaksi penjualan di tempatnya.

“Biasanya setiap hari ada penjualan, tetapi seminggu terakhir ini belum ada sama sekali. Menurunnya sangat drastis,” kata Wayan. 

Penurunan penjualan ini sudah dirasakan sejak beberapa hari yang lalu atau sejak mulai ramainya virus corona.

“ Dalam sebulan biasanya, Wayan mampu menjual antara 25 hingga 30 unit sepeda motor. Tetapi, semenjak adanya imbauan dari pemerintah agar mengurangi aktivitas di luar rumah, penjualan langsung sepi.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved