Breaking News:

Media Sosial

Kronologi Viral Cewek ABG 'Sombong' Lempar Uang ke Pedagang, Takut Corona Lalu Beri Keterangan Palsu

Kronologi Viral cewek ABG 'Sombong' lempar uang ke pedagang, takut corona lalu beri keterangan palsu.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase instagram @pandeglangeksis's
Cewek ABG yang virla lempar uang takut corona 

Bahkan pedagang duku ini sama sekali tak menyadari bahwa aksi tersebut ternyata direkam

"Enggak (settingan). Kirain saya tuh ada yang megang HP yang logo Apple kirain gak mideoin," jawab pedagang duku.

"Pokoknya buat si teteh, jangan diulangin lagi yang kayak tadi. Boleh jangan deket-deket, tapi kalau pembayaran, uangnya jangan dilemparin, gak sopan," ujar pedagang duku.

"Buat siapapun juga jangan kayak gitu lagi," tambahnya.

6. Cewek ABG Minta Maaf 

Setelah adanya penjelasan dari pedagang duku, wanita yang bernama Okta ini pun langsung minta maaf sambil menghampiri si pedagang.

"Assalamuaiakum semuanya. Okta datang kepada bapak setelah kejadian kemarin Okta melempar uang.

Okta minta maaf sama bapak. Bapak, Okta tidak akan melakukan hal seperti itu lagi," ujar Okta.

"Bapak maafin Okta gak?" tanyanya kepada pedagang duku

"Maafin," jawab pedagang duku singkat.

7. Memaklumi Keadaan 

Si pedagang duku pun mengaku memaklumi ketakutan Okta karena wabah virus corona.

"Saya maklumin arena mungkin lagi banyak virus corona kayak gitu," ujar pedagang duku.

Lamtas, wanita ABG yang bernama Okta ini pun memaparkan bahwa dirinya memang refleks ketika melemparkan uang kepada si pedagang duku.

"Kemarin Okta tuh refleks. Okta tuh jaga jarak, ikutin pemerintah jaga jarak 1 meter, cuci tangan. Tapi Okta tuh bercanda. Tidak ada niat sedikitpun Okta untuk ngeremehin bapak sambil neglempar uang," papar Okta.

"Jadi bapak udah maafin Okta kan?" tanya OKta lagi ingin menegaskan.

"Iya," tandas si pedagang duku. 

Tips Social Distancing  

Wabah virus corona memang membuat banyak orang menjadi lebih berhati-hati dan mencegah penularan virus dari berbagai aktivitas, termasuk salah satunya bersentuhan apalagi berjabat tangan.

Pendiri studio kebugaran City Row, Helaine Knapp menawarkan opsi "elbow bump" atau sentuhan siku sebagai alternatif jabat tangan.

"Aku tidak tahu ke mana saja kamu pergi dan kamu tidak tahu aku pergi ke mana saja, ini adalah norma baru," katanya dalam sebuah video yang dibagikan ke Instagram.

Dalam beberapa minggu terakhir sejak wabah virus semakin meluas, orang-orang telah menemukan segala macam cara untuk menghindari jabat tangan dan kontak fisik lainnya karena dianggap sarat kuman, termasuk memunculkan salam antar-kaki rumit yang dikenal sebagai "Goyang Wuhan (Wuhan Shake)."

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, merekomendasikan alternatif jabat tangan dengan meletakkan satu tangan di dada.

Namun seperti Knapp, Jendral Bedah AS Jerome Adams lebih menyukai elbow bump.

Menghindari jabat tangan atau berpelukan mungkin terasa canggung. Namun, para ahli memberikan cara sopan untuk menolak jabat tangan di masa-masa sulit ini.

“Jika seseorang mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, baik secara sosial maupun dalam bisnis, kamu dapat dengan mudah mengatakan, 'Demi kesehatan bersama, sebaiknya kita tidak berjabat tangan dulu,'” kata pendiri Beaumont Etiquette yang berbasis di New York City sekaligus penulis dari "Etiket Modern Menjadi Mudah", Myka Meier.

Menurutnya, cara itu justru menunjukkan perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran orang lain.

Menjaga kontak untuk saat ini, kata dia, seharusnya dilihat sebagai tanda penghormatan, bukan penolakan.

Namun, kita juga perlu berhati-hati dalam memilih ucapan.

Meier akan menghindari kalimat-kalimat seperti:

"Saya tidak ingin menyebarkan kuman" karena kalimat-kalimat seperti itu akan menyiratkan kita sakit. Ia juga akan menghindari kalimat-kalimat yang mengesankan lawan bicara sakit atau memiliki kuman.

Ia menambahkan, salah satu hal yang paling ofensif yang mungkin kita lakukan adalah merespons orang lain berdasarkan profil ras atau budaya lalu memperlakukan mereka secara berbeda.

Dia menyarankan dua alternatif:

"Stop, Drop and Nod (Berhenti, menunduk dan mengangguk), lalu menggenggam tangan di belakang punggung dan mengangguk sebagai tanda hormat.

Pilihan keduanya, "Pegang dan Sambut," yaitu dengan melipat tangan di depan diri sendiri dan menyapa.

Meier menunjukkan cara melakukan keduanya di Instagram-nya @mykameier.

Knapp mengatakan, di studionya, di mana high-fives (tos) atau fist bump biasanya dilakukan setelah latihan, instruktur beralih ke "high-fives" di udara.

Dia berharap tradisi baru ini akan bertahan, bahkan ketika masalah kesehatan terbesar kita adalah flu biasa.

"Mungkin seseorang dengan flu juga akan merasa lebih nyaman," kata Knapp.

Lagipula, jauh lebih kasar dan buruk membuat seseorang sakit daripada membuat etiket palsu.

Sebab, pada dasarnya di masa seperti sekarang semua orang melakukan segala cara untuk melindungi dirinya dari serangan virus.

"Ketika kita sudah mulai membicarakannya, tidak ada yang aneh sama sekali dengan perubahan ini," katanya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Suar.grid.id dengan judul 'Alasan Takut Corona, Wanita ABG Ini Lempar Uang ke Penjual Duku, Setelah Viral Ngakunya Settingan, Kini Negmis Minta Maaf'

Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved