Berita Malang

Berita Malang Hari Ini 7 April 2020 Populer, Peta Sebaran Virus Corona, Aturan Baru Ujian & Wisuda

Berita Malang hari ini 7 April 2020 Populer, peta sebaran virus Ccorona, aturan baru ujian dan wisuda

Suryamalang.com/kolase TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Peta Persebaran Covid-19 di Jawa Timur dan Ujian Nasional 

Kota Batu

Di Kota Batu Pasien Positif Covid-19 hari ini tidak ada perubahan dengan yang kemarin pada 5 April 2020.

untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Batu Pasien PDP Covid -19 total 2

- 1 Pasien di Kecamatan Batu
- 1 Pasien di Kecamatan Junrejo

dI Kota Batu Pasien Covid-19 Orang Dalam Pemantauan Covid-19 total 61

- 37 Pasien di Kecamatan Batu
- 11 Pasien di Kecamatan Bumiaji
- 13 Pasien di Kecamatan Junrejo

Secara Keseluruhan terjadi penambahan Pasien ODP dan PDP yang terjadi baik Kota Malang, Kabupaten Malang dan Batu.

2. Aturan Baru Ujian dan Wisuda

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur proses dan jadwal pendidikan di kota Malang dalam SE tanggal 6 April 2020 no 421/ 1761/35.73 401/2020.

Di dalamnya antara lain membahas soal proses pembelajaran, rambu-rambu kelulusan SD-SMP, PPDB, pelepasan siswa (wisuda) ditiadakan dan rambu-rambu kenaikkan kelas.

SE yang isinya hampir sama dengan SE Mendikbud itu memastikan tidak ada ujian sekolah dan meniadakan acara kelulusan atau wisuda kelulusan.

Untuk kelas 9 SMP, setelah ditiadakan ujian nasional (Unas), maka ujian sekolah juga tidak ada.

"Ini karena mengacu pada SE (Surat Edaran) Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 pada 14 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19," jelas Burhanudin, Ketua MKKS SMP Negeri Kota Malang ketika dikonfirmasi suryamalang.com, Senin (6/4/2020).

Maka rambu-rambu yang dipakai untuk kelulusan SMP sederajat yang disebut di SE itu adalah ditentukan berdasarkan nilai 5 (lima) semester.

Untuk itu, pengolahan semua nilai dilaksanakan pada 6-23 April 2020.

Kemudian, apabila ada nilai siswa yang masih kurang memenuhi syarat kelulusan, maka siswa dapat diberi tugas, memberi remidi atau tambahan nilai oleh guru secara daring atau jarak jauh lainnya.

Sedang kelulusan siswa dibahas dalam rapat terbatas di sekolah pada 4 Juni 2020.

"Namun untuk pengumaman kelulusan SMP masih menunggu jadwal Dindik Provinsi Jatim," tambah Kepala SMPN 5 Kota Malang ini.

Sesuai SE itu, semua penentuan kebijakan kelulusan menjadi tanggungiawab kepala sekolah.

Sedang untuk kelulusan SD sederajat juga diatur rambu-rambu teknisnya, Mengacu SE Mendikbud, Ujian Sekolah Ditiadakan

Yaitu ditentukan berdasarkan nilai 5 (lima) semester terakhir (Kelas 4, Kelas 5 dan Kelas 6, Semester Gasal).

Pengolahan semua nilai 5 (lima) semester terakhir dilaksanakan mulai 6-23April 2020.

Jika ada nilai siswa yang kurang sesuai standar kelulusan, maka siswa dapat diberi tugas untuk meremidi atau tambahan nilai oleh guru secara daring atau jarak jauh lainnya.

Untuk kelulusan siswa dibahas dalam rapat terbatas di sekolah pada 1-3 Mei 2020.

Pengumuman kelulusan lewat daring pada 4 Mei 2020.

Di SE itu, Zubaidah juga meniadakan semua kelulusan siswa yang biasanya diadakan wisuda.

Sedang rambu-rambu kenaikkan kelas untuk SD/SMP sederajat yaitu berdasarkan nilai raport dan mempertimbangkan nilai semester, tengah semester dan ulangan harian.

Jika belum mencukupi, wajib remidi dengan daring.

Pengolahan raport dilaksanakan 3-12 Juni 2020. Sedang kenaikan raport pada 19 Juni 2020.

Sementara itu, untuk PPDB ( Penerimaan Peserta Didik Baru) di Kota Malang dengan memakai dua mekanisme.

Yaitu luring (luar jaringan) untuk PPDB jenjang TK, SD yang belum siap daring dan SD/SMP Inklusi dan daring (dalam jaringan) untuk PPDB SMP, sedangkan bagi jenjang SD yang sudah siap perangkat dan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Sedang PPDB daring SMP dan SD (yang sudah siap) menggunakan empat jalur yaitu zonasi, afirmasi, kepindahan orangtua dan prestasi.

Jalur zonasi adalah memperhitungkan jarak tempat tinggal ke sekolah dengan persyaratan Kartu Keluarga (KK).
Sedang jalur afirmasi adalah mengakomodasi peserta didik dari keluarga kurang mampu dengan persyaratan.

Yaitu memiliki KIP/KKS/PKH serta Kartu Keluarga atau keterangan domisili yang sudah terintegrasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB).

Sedang jalur Kepindahan orang tua adalah mengakomodasi kepindahan orang tua dengan persyaratan melampirkan SK/Surat Keterangan pindah dari instansi/lembaga serta Kartu Keluarga atau keterangan domisili.

Sedang jalur prestasi adalah mengakomodasi prestasi peserta didik dengan berdasarkan piagam akademik dan non akademik berjenjang.

Minimal juara tingkat kota dan surat keterangan kepala sekolah tentang kebenaran hasil prestasi siswa tersebut.

Kemudian akumulasi rata—rata nilai rapor kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal diatas 81 (delapan puluh satu) dan seterusnya(nilai maksimal).

Untuk pelaksanakan PPDB akan diumumkan lebih lanjut oleh panitia PPDB Kota Malang

3. Pasangan Batal Prewedding 

Wabah virus corona membuat pasangan Irwan Sugiantoro (27) dan Mega Damaiyanti (25) batal menggelar prewedding di Malang, akad nikah di Lumajang, dan resepsi pernikahan di Sidoarjo dan Lumajang.

Sedianya pasangan ini menggelar akad nikah pada 14 Maret 2020.

Setelah itu pasangan Irwan dan Mega menggelar resepsi pernikahan Sidoarjo pada 18 Maret 2020, dan di Lumajang pada 19 Maret 2020.

Karena wabah virus corona, Irwan dan Mega menunda acara pernikahan tersebut.

"Kami ikhlas meskipun rugi waktu, tenaga, dan materii. Itu demi kesehatan bersama. Kami tunda sampai semua benar-benar aman," kata Mega kepada SURYAMALANG.COM, Senin (6/4/2020).

"Kalau tetap memaksa menggelar pernikahan, kami takut tidak ada tamu yang datang," tambahnya.

Penundaan itu membuat dia merugi materiil sampai Rp 8 juta.

"Saya akan kembali mencetak undangan dengan merevisi tanggal pernikahan," ungkap Mega.

Mega juga sibuk menginformasikan penundaan pernikahan itu kepada sekitar 500 undangan.

"Kami kabarkan penundaan itu lewat media sosial. Kami juga mendatangi rumah para tamu yang tidak mempunyai media sosial atau alat komunikasi," kata Mega.

"Saat kami datangi rumah tamu undangan itu, Lumajang belum zona merah. Tapi sekarang Surabaya dan Lumajang masuk zona merah," imbuhnya.

Mega juga kesulitan menentukan tanggal pasti pernikahan nanti.

Sampai sekarang belum diketahui sampai kapan wabah virus covid-19 akan berakhir.

"Ini pasti sangat merepotkan bagi kami, seperti menentukan tanggal pernikahan kembali, menyesuaikan jadwal fotografer, MUA, dan sebagainya," ujar Mega.

Sebelumnya, Irwan dan Mega sempat berencana menggelar pernikahan pada tahun 2019.

"Saat itu pernikahan ditunda karena ada something yang membuat batal menikah," terang Mega.

Dia menggangap hal tersebut sebagai pelajaran hidup agar semakin mempersiapkan diri menjalani hidup dengan pasangan baru.

Mega berharap wabah virus covid-19 segera berakhir.

"Semoga kondisi masyarakat dapat kembali seperti biasa, terutama bagi pasangan yang berencana menikah," imbuhnya.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved