Breaking News:

Virus Corona di Malang

Pemkot Malang Belum Lakukan Kajian Soal Pemberian Insentif Tenaga Medis, Begini Penjelasan Sutiaji

Pemerintah Kota Malang belum melakukan kajian soal pemberian insentif bagi para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 atau virus corona

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Wali Kota Malang Sutiaji 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang belum melakukan kajian soal pemberian insentif bagi para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 atau virus corona. Padahal, pemerintah pusat berencana akan memberikan insentif bulanan kepada para tenaga kesehatan tersebut.

Pemberian insentif kepada tenaga medis tersebut boleh dilakukan di masing-masing daerah. Asalkan, daerah tersebut telah menyatakan tanggap darurat. Seperti di Kota Malang yang kini berstatus zona merah dan merupakan salah satu daerah darurat Covid-19.

"Kami akan buat perbandingan dulu dari masing-masing daerah. Karena sesuai perwali kita, insentif tenaga kesehatan mencapai Rp 5,5 Juta. Sedangkan di luar Kota Malang mencapai Rp 15 Juta," ucap Wali Kota Sutiaji kepada awak media Rabu (8/4/2020).

Besaran insentif bagi tenaga kesehatan tersebut rencananya akan dikaji oleh Pemerintah Kota Malang.

Untuk itu, Sutiaji akan menggandeng dari Dinas Kesehatan Kota Malang untuk mencari detail dari jumlah insentif yang akan diberikan tersebut.

"Pastinya untuk Kota Malang akan disamakan dengan daerah lain. Karena saya belum tahu detailnya dan kami akan minta kajian Dinas Kesehatan," ucapnya.

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga telah menganggarkan Rp 58,2 Miliar dalam penanganan Covid-19 atau virus corona.

Sumber anggaran tersebut berasal dari pergeseran anggaran APBD Kota Malang hingga Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus sebagaimana petunjuk pemerintah pusat.

Anggaran tersebut yang nantinya akan dipergunakan dalam berbagai macam kebutuhan untuk menangani Covid-19.

Seperti melakukan pembelian APD, Rapid Test, bantuan sosial berupa santunan kepada masyarakat hingga sejumlah fasilitas lain.

"Contohnya Rapid Test. Ini kami sudah pesan sekitar 2.000 paket. Dalam waktu dekat ini akan sampai. Sedangkan yang bantuan dari Pemprov Jatim kemarin sudah kami bagikan ke para tenaga kesehatan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved