Virus Corona di Tuban

Tuban Kini Masuk Zona Merah, 2 Pasien Positif Corona Adalah Perawat, Bagian Klaster Asrama Haji

Pemprov Jatim mengumumkan jika dua warga Tuban positif terjangkit corona, sesuai hasil yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Instagram/@khofifah.ip
Peta Sebaran covid-19 yang dirilis pemprov jatim, Kabupaten Tuban masuk zona merah, Rabu (8/4/2020). 

SURYAMALANG.COM TUBAN - Kabupaten dan kota di Jatim yang statusnya menjadi zona merah terkait sebaran virus corona covid-19 terus bertambah.

Kali ini Kabupaten Tuban yang masukdaftar daerah zona merah sebaran virus corona atau covid-19, Rabu (8/4/2020).

Tuban otomatis jadi kawasan zona merah seiring dengan keberadaan dua pasien positif covid-19 yang diumumkan , Rabu (8/4/2020).

Istighosah Kubro Online Berlangsung Khidmat Bersama Jajaran Kiai, Ikhtiar Batin Seluruh Elemen Jatim

Pro dan Kontra Penggunaan Masker, Apakah Hanya Boleh Dipakai Tenaga Medis dan Orang Sakit Saja?

Glen Fredly Meninggal Hari Ini, Ini Postingan Terakhir di akun Instagram, Untuk sang Istri Mutia Ayu

Pemprov Jatim mengumumkan jika dua warga Tuban positif terjangkit corona, sesuai hasil yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

"Tadi sudah dirilis Pemprov, ada dua warga Tuban positif corona," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, Rabu (8/4/2020).

Dijelaskan pria yang juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten tersebut, dua yang positif covid-19 itu merupakan tenaga medis perawat, di antaranya beralamat di Kecamatan Semanding dan Tuban.

Namun, untuk yang Semanding sudah meninggal dunia dengan status sebelumnya yaitu pasien dalam pengawasan (PDP).

Untuk yang dari Kecamatan Tuban kini telah diisolasi di RSUD Dr Koesma Tuban dan mendapat penanganan secara intensif.

"Keduanya dinyatakan positif covid-19, sesuai hasil laboratorium yang disampaikan Pemprov," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo menyatakan, pasien corona mempunyai riwayat pernah mengikuti pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di asrama haji surabaya, sekitar pertengahan maret lalu.

"Iya betul pernah mengikuti pelatihan TKHI, klaster Sukolilo (salah satu kecamatan di Surabaya, red). Ada 13 orang yang ikut, 7 dari Dinkes, 6 dari Kemenag, dua yang positif, lainnya hasil rapid tes negatif," tutup Bambang.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved