Virus Corona di Batu

PAD Kota Batu Diprediksi Turun Hingga Rp 80 Miliar Selama Wabah Corona Hingga 3 Bulan ke Depan

Pemkot Batu mencatatat, penurunan PAD hingga Rp 80 M itu sama dengan 40 persen. Sejatinya, target PAD Kota Batu pada 2020 ini sebanyak Rp 207 M.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ILUSTRASI - Alun-alun Batu tampak sepi di tengah pandemi Covid-19. Biasanya, banyak warga mengunjungi Alun-alun Batu, namun saat ada imbauan physical distancing, Rabu (1/4/2020) 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pandemi Covid-19 diprediksi akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu bahkan bisa turun hingga sekitar Rp 80 miliar (M) selama tiga bulan ke depan.

Berdasarkan hasil rapat melalui video conference beberapa waktu lalu, Pemkot Batu mencatatat, penurunan PAD hingga Rp 80 M itu sama dengan 40 persen.

Sejatinya, target PAD Kota Batu pada 2020 ini sebanyak Rp 207 M.

Bapenda Kota Malang Gugat Perkara Perdata WP Bandel via Online, Kasus WP Hotel Siap Disidangkan

Pemuda Kedungkandang Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Tewas di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang

Bantuan per KK di Kota Batu Direvisi Nilainya Jadi di Atas Rp 700 Ribu, Langsung Ditransfer

Kepala Bappelitbangda Kota Batu, M. Chori menerangkan, dampak pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh Pemkot Batu, melainkan juga pada sektor keuangan nasional.

Kondisi keuangan juga berdampak akibat realokasi anggaran yang peruntukkan menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat. tapi juga pada PAD Kota Batu tahun ini. Diperkirakan, selama tiga bulan ke depan PAD akan berkurang mencapai 40 persen dari target," ujar Chori.

Penurunan PAD ditopang dari sektor pajak dan retribusi di bidang pariwisata, hiburan, resto dan hotel. Sementara itu, realokasi anggaran akibat pandemi Covid-19 dari APBD tahun 2020 Kota Batu secara menyeluruh sebanyak Rp 102 M.

Untuk sementara dalam rangka penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Batu recofussing dan realokasi anggaran menyiapkan dana kurang lebih Rp102 M.

Perinciannya, penanganan kesehatan Rp 40,14 M, Jaring Pengaman Sosial (JPS) Rp 60 M dan Keamanan dan Operasional BPBD dan Satgas Covid-19 Rp 1,92 M.

"Penyesuaian anggaran akibat krisis Covid-19 ini juga akan dilakukan pada Belanja Tak Langsung yang saat ini nilainya mencapai Rp 540,5 miliar, Belanja Tak Terduga senilai Rp 2,5 miliar, dan Belanja Langsung sejumlah Rp 459,5 miliar. Serta penyesuaian ADD dan DD sejumlah Rp 60 miliar," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved