Breaking News:

Virus Corona di Jatim

117 Warga Jatim Terdampak Corona Sudah Dapat Relaksasi Kredit, Begini Penjelasan OJK Jatim

Sebanyak 117 debitur terdampak covid-19 di Jatim mendapatkan relaksasi kredit dari pemerintah.

fatimatuz zahro/suryamalang.com
Bambang Muktiriyadi, Kepala OJK Regional IV Jatim (paling kanan) dalam konferensi pers di Gedung Grahadi, Jumat (10/4/2020) petang 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 117 debitur terdampak covid-19 di Jatim mendapatkan relaksasi kredit dari pemerintah.

Dari data OJK Regional Jawa Timur, Jumat (10/4/2020), sudah ada 364 debitur dengan nilai di bawah Rp 10 miliar yang mengajukan relaksasi kredit karena usahanya terdampak virus corona covid-19.

Kepala OJK Regional IV Jatim, Bambang Muktiriyadi, dalam konferensi pers di Gedung Grahadi petang tadi mengatakan OJK sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Jatim yang memiliki 64 anggota perusahaan pembiayaan.

“Kami sampaikan bahwa dalam rangka menahan dampak ekonomi OJK telah mengeluarkan POJK No 11/POJK.03/2020 yang intinya memberikan relaksasi atau keringanan kredit bagi debitur yang terdampak, dan implementasinya sudah mulai kami terapkan di Jawa Timur,” terang Bambang.

Cakupan relaksasi kredit yang diberikan tepatnya disampaikan Bambang adalah program relaksasi yang diberikan pada debitur yang ada di perusahaan pembiayaan.

Saat ini total ada sebanyak 64 perusahaan anggota APPI di Jatim yang semuanya sudah menyatakan berkomitmen untuk mendukung impeletasi POJK tersebut.

Untuk berapa warga Jatim yang sudah mengajukan relaksasi kredit, dikatakan Bambang saat ini datanya masih dinamis seiring dengan banyaknya permintaan restrukturisasi kredit dari debitur.

“Saat ini sudah ada 364 debitur yang sudah mengajukan relaksasi kredit, dan sudah ada 117 yang sudah dapat, besarannya Rp 34,7 miliar,” tegasnya.

Dari relaksasi kredit yang diberikan, jenisnya ada bermacam-macam bergantung dari perusahaan pembiayaan masing-masing.

Bentuknya mulai grace period tiga sampai enam bulan, diperingan untuk membayar bunga saja dalam waktu enam bulan, kemudian juga dalam bentuk penundaan pembayaran sebagain angsuran, serta bisa juga dalam bentuk perpanjangan waktu dengan menurunkan biaya angsuran.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved