Berita Malang Hari Ini

Polisi Lindungi 3 Bocah Korban Pencabulan di Kota Malang, Ada Pendampingan Psikologis Oleh Unit PPA

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mennyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan psikologis kepada korban.

TribunJatim/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota saat menunjukkan tersangka pencabulan anak di Klojen Kota Malang, Senin (13/4/2020) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polisi memastikan para bocah korban pencabulan dari kelakukan tersangka WH, (33) mendapatkan pendampingan psikologis. 

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mennyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan psikologis kepada korban.

"Korban akan didampingi sepenuhnya psikolog dari Unit PPA Polresta Malang Kota. Kepentigannya untuk memulihkan kondisi psikis anak. Karena kasihan, apalagi si anak ini masih memiliki masa depan yang masih panjang," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM, Senin (13/4/2020).

Program Kartu Pra Kerja Dibuka, Pemprov Jatim Sediakan 56 Posko Layanan Pendaftaran di 38 Kab/Kota

Beri Uang Rp 2.000, Pria Satu Anak Ini Perdayai Siswi TK dan Siswi SD di Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, ad 3 bocah yang jadi korban pencabulan tersangka WH.

WH, (33), warga Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sudah ditangkap Sat Reskrim Polresta Malang Kota karena perbuatannya.

Ia dibekuk begitu polisi mendapat laporan dari keluarga korban.

Pria yang bekerja sebagai kuli pasir dan memiliki anak dan istri itu melakukan pencabulan kepada tiga anak yang masih berusia 6, 7, dan 8 tahun.

Bahkan perbuatan bejatnya itu dilakukan di rumahnya.

Para korbannya adalah anak dari tetangganya.

 Leonardus Simarmata mengungkapkan motif pelaku dapat berbuat eperti itu.

"Si tersangka ini tidak dapat menahan nafsunya. Sehingga melakukan perbuatan seperti ini," kata mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Kini, tersangka terancam Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Untuk ancaman hukuman pidananya adalah paling berat 15 tahun penjara dan denda Rp. 5 milyar.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved