Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Bertarif Sampai Rp 25 Juta, Bisnis Esek-esek Ini Libatkan 600 Cewek, Ada SPG dan Mahasiswi

Anggota Polrestabes Surabaya membongkar bisnis esek-esek yang melibatkan 600 cewek dari berbagai kota.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Firman
Polisi menyita 600 foto korban yang ada di dalam handpone para tersangka pengelola prostitusi online lewat grup WhatsApp di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anggota Polrestabes Surabaya membongkar bisnis esek-esek yang melibatkan 600 cewek dari berbagai kota.

Polisi telah menangkap tiga muncikari, yaitu Lisa Semampow (48), Kusmanto (39), dan Dewi Kumala (44).

Tiga muncikari ini menjual cewek muda kepada pria hidung belang melalui grup Facebook dan grup WhatsApp.

Tidak semua orang dapat masuk dalam grup WhtasApp yang dikelola Lisa.

"Anggota yang masuk itu minimal sudah dua kali transaksi kepada para muncikari ini," kata AKP Iwan Hari Purwanto, Kanitjatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/4/2020).

Lisa dan dua muncikari lain mematok tarif mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 25 juta untuk setiap layanan.

Tarif disesuaikan wajah, usia, dan jenis layanan.

"Tersangka bisa menyediakan perempuan untuk melayani main bertiga atau main berempat," tambahnya.

Setiap kali transaksi, para muncikari memotong uang pembayaran pria hidung belang sebesar 10 hingga 20 persen.

Dari tiga muncikari ini, polisi menemukan 600 nama dan foto cewek yang dijajakan kepada pria hidung belang.

"Total ada 600 cewek yang menjadi anak buah para tersangka," kata Iwan Hari Purwanto.

600 cewek itu memiliki latar belakang berbeda, mulai pekerja kantor, SPG freelance, dan mahasiswi," tandas Iwan.

Lisa Semampow mengaku bisa mendatangkan cewek untuk layani pria hidung belang di berbagai kota, seperti Semarang, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

"Saya kenal dari teman di luar kota. Saya yang menawarkan mereka," kata Lisa.

Pemilik toko di Pasar Atom Surabaya ini mengaku menggeluti bisnis esek-esek setelah cerai.

"Saya cari anak buah dari teman, lalu diteruskan dari mulut ke mulut. Kalau wanita itu sudah melayani tamu, saya beri uang kepada orang yang mencarikan perempuan tersebut," tambah janda tersebut.(M Firman)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved