Berita Ngawi Hari Ini

Ngaku Sebagai Orang Dekat Kapolri dan Menteri, 3 Pekerja Serabutan Ini Tipu Warga Ngawi

Anggota Polres Ngawi menangkap tiga tersangka yang diduga melakukan penipuan dengan modus bisa meloloskan orang menjadi polisi.

Barang bukti penipuan yang disita anggota Polres Ngawi. 

SURYAMALANG.COM, NGAWI - Anggota Polres Ngawi menangkap Winarti (42), Agus Eko Riswanto (33), dan Kamsu (43) yang diduga melakukan penipuan dengan modus bisa meloloskan orang lain ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan kasus penipuan ini dilaporkan korban berinisial AL (45) pada pertengahan Maret 2020.

AL mengaku diminta membayar uang pelicin Rp 70 juta kepada para tersangka.

Uang pelicin ini dibayar secara bertahap, yaitu Rp 40 juta sebagai uang muka, dan sisanya dibayar ketika sudah diterima.

Setelah korban menyerahkan uang muka sebesar Rp 40 juta, ternyata anak korban gagal masuk Akpol.

"Para tersangka juga mengaku sebagai orang dekat pejabat negara," kata AKBP Dicky Ario Yustisianto, Kapolres Ngawi kepada SURYAMALANG.COM, Senin (13/4/2020).

Untuk meyakinkan korban, Winarti (42) mengaku sebagai asisten pribadi MenPAN-RB, Tjahjo Kumolo.

Agus Eko Riswanto mengaku sebagai polisi berpangkat AKP, dan mengaku sebagai ajudan MenPAN-RB.

Sedangkan Kamsu mengaku sopir MenPAN-RB.

"Padahal mereka adalah pekerja serabutan," imbuhnya.

Agar korban semakin percaya, tersangka sempat mengirim karangan bunga ucapan duka saat kerabat korban meninggal dunia.

"Karangan bunga duka itu mengatasnamakan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan MenPan-RB, Tjahjo Kumolo," jelasnya.

Dalam kasus ini polisi menyita kartu identitas Polri, Aspri menteri palsu, dan korek api berbentuk pistol.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved