Breaking News:

Berita Blitar

Angka Kriminalitas di Kota Blitar Naik meski Ada Wabah Corona, 3 Pekan Tercatat 19 Kasus Kejahatan

Meski ada wabah corona, angka kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Blitar Kota malah meningkat.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, saat memberikan keterangan soal angka kriminal yang naik meski ada wabah corona 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Meski ada wabah corona, angka kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Blitar Kota malah meningkat. Dalam tiga pekan ini, sudah ada 19 kasus kriminalitas yang ditangani Polres Blitar Kota.

"Ada sedikit kenaikan kasus kriminal di tengah-tengah pandemi Covid-19. Dalam tiga pekan ini, sudah ada 19 kasus yang kami tangani. Biasanya, dalam sebulan, jumlah kasus yang kami tangani tidak sampai 20 kasus," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, Minggu (19/4/2020).

Leonard mengatakan sejumlah kasus itu meliputi kejahatan konvensional seperti pencurian dan penipuan serta kasus narkoba dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Khusus untuk kasus kejahatan konvensional seperti pencurian dan penipuan ada sembilan kasus.

"Dalam kondisi seperti ini (pandemi Covid-19), sudah dipastikan terjadi kenaikan kasus kriminal khususnya jenis kejahatan konvensional," ujarnya.

Leonard mencontohkan, pada Jumat (18/4/2020) malam, polisi menangkap dua pelaku pencurian di supermarket di Blitar Square.

Polisi menangkap dua pria asal Surabaya yang mencuri sejumlah barang di supermarket.

Modusnya, salah satu pelaku pura-pura belanja di supermarket, tetapi pelaku mencuri sejumlah barang di supermarket.

Sedang satu pelaku lagi menunggu di dalam mobil di luar supermarket.

"Aksi pelaku diketahui oleh pegawai supermarket. Saat dihentikan pelaku malah kabur. Akhirnya diamankan satpam dan warga di lokasi. Sekarang kedua pelaku kami tahan di Polres Blitar Kota," katanya.

Selain itu, kata Leonard, polisi juga mengantisipasi dampak adanya pembebasan narapidana (Napi) secara bersyarat akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, ada kemungkinkan para napi yang dibebaskan secara bersyarat mengulangi perbuatannya lagi.

"Napi yang dibebaskan secara bersyarat rata-rata pelaku kejahatan konvensional. Kami akan mengantisipasinya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," katanya.

Leonard juga menekankan ke masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 tidak berpikiran yang justru melanggar hukum, misalnya melakukan pencurian atau penipuan.

"Jangan sampai masyarakat mencari solusi yang melanggar hukum. Itu bukan solusi tapi malah menambah masalah," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved