Breaking News:

Virus Corona di Malang

Bupati Malang Yakin Angka Kemiskinan Kabupaten Malang Bisa Turun Meski Dilanda Wabah Virus Corona

Keyakinan Sanusi tentang bakal menurunnya angka kemiskinan, juga didasarkan dari kabar Kementrian Sosial RI yang akan memberikan bantuan

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Bupati Malang, Muhammad Sanusi memberikan nasi kotak kepada tukang becak di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu 

SURYAMALANG, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi yakin tingkat kemiskinan di wilayahnya bakal turun satu persen pada akhir tahun 2020, meski wabah virus corona sedang melanda.

Sanusi menerangkan, presentase kemiskinan di Kabupaten Malang pada tahun 2019 berkisar 9,3 persen.

"Mudah-mudahan tahun 2020 presentase kemiskinan bisa turun satu digit. Saya berkeyakinan angka kemiskinan bisa turun. Karena kebutuhan mereka Insya Allah kami bantu semua. Retribusi kita bebaskan, PDAM kita bebaskan, bantuan sembako udah kami salurkan," terang Sanusi saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2020).

Keyakinan Sanusi tentang bakal menurunnya angka kemiskinan, juga didasarkan dari kabar Kementrian Sosial RI yang akan memberikan bantuan Rp 600 ribu bagi keluarga tidak mampu.

"Nanti ada bantuan lagi dari Kemensos yaitu per orang dapat Rp 600 ribu nanti teknisnya dari situ (Kemensos) semua," beber politisi PDI Perjuangan itu.

Di sisi lain, keyakinan Sanusi tidak ditanggapi secara antusias oleh Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.

Tomie menerangkan, secara realistis angka kemiskinan tidak bisa turun pada situasi wabah penyakit seperti saat ini.

Banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya situasi ekonomi yang sedang lesu.

Pengangguran karena banyak perusahaan melakukan pemutusan kerja kepada karyawannya adalah masalah yang harus dihadapi.

"Karena pandemi, penerima sembako yang tadinya kurang lebih 70 ribu KK, jumlahnya bisa berkembang, belum dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mencapai target penurunan kemiskinan, berat," ujar Tomie.

Tomie menambahkan, sektor pertanian dan jasa adalah sektor primer yang masih bisa bertahan ditengah pandemi.

Menurutnya, masyarakat yang bekerja di pabrik atau industri tak begitu punya prospek yang bagus terkait keberlangsungan kerjanya.

"Tapi realita di lapangan, ekonomi yang menurun, juga berdampak pada warga miskin. Pandemi ini pengaruhnya sangat signifikan. Tapi besarannya juga perlu dikaji," jelas Tomie.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved