Breaking News:

Virus Corona di Malang

Masa di Rumah Saja Membuat Bumi Beristirahat

Hari Bumi jatuh pada Rabu (22/4/2020). Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, menjadi momen buat bumi untuk beristirahat

Humas UB
Prof Dr Adi Susilo, Dekan FMIPA Universitas Brawijaya yang juga pakar kebumian dan kebencanaan. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hari Bumi jatuh pada Rabu (22/4/2020). Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, menjadi momen buat bumi untuk beristirahat. Sebab aktifitas di luar rumah sudah banyak berkurang.

"Pergerakan bumi secara global tetap berotasi. Tapi kondisi saat ini memberi pengaruh pada kerak-kerak atau bagian luar bumi," jelas Prof Dr Adi Susilo, Dosen FMIPA Universitas Brawijaya yang juga pakar kebumian dan kebencanaan, Rabu (22/4/2020).

Hal ini karena aktifitas manusia mulai sedikit meski masih ada yang berkegiatan. Untuk di darat, kendaraan-kendaraan berat, motor, mobil berkurang.

Getaran yang ditimbulkan sebelumnya pada frekuensi tertentu bisa memicu longsor karena kendaraan yang lewat. Ini pernah diteliti Adi pada 2012.

Dari getaran-getaran itu, juga bisa menyebabkan kerusakan bangunan juga infrastruktur buatan manusia.

"Apalagi daerah daerah pesisir utara sangat kuat sekali dilewati getaran-getaran seismik. Daerah di pesisir utara seperti Surabaya berasal dari endapan non vulkanik, seperti lempung dan lumpur," kata dia.

Meskipun begitu, Adi merasa ada kekhawatiran nanti pascapandemi.

"Kalau saat ini bumi relatif istirahat dari dilewatinya getaran seisimik dari karena aktifitas manusia Di sisi lain ada hikmahnya."

"Namun jika berakhir, mobilitas kembali berpacu lagi. Sehingga dikhawatirkan kondisi alam menjadi buruk lagi," paparnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved