Virus Corona di Jember
Bu Bambang atau Triyata, Warga Miskin Kota Jember Itu Akhirnya Terima Bantuan dari Para Dermawan
Sejak Kamis (23/4/2020) malam sampai Jumat (24/4/2020), bantuan kepada keluarga tidak mampu itu mengalir.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Bantuan dari sejumlah dermawan mengalir kepada Ny Triyata atau Bu Bambang, setelah kisahnya diangkat SURYA.
Sejak Kamis (23/4/2020) malam sampai Jumat (24/4/2020), bantuan kepada keluarga tidak mampu itu mengalir.
Bantuan dari lembaga, maupun pribadi. Seperti yang dilakukan oleh Pendeta Zefanya Rachmat, pendeta di GBT Kristus Hidup Jember. Pendeta Zefa membaca kisah Bu Bambang melalui link surya.co.id (Grup SURYAMALANG.COM) pada Kamis (23/4/2020).
• Potret Keluarga Miskin Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Sampai Jual Gelas & Mangkok Buat Beli Beras
Setelah membacanya, Pendeta Zefa langsung meluncur ke rumah Bu Bambang.
Dia mengirimkan paket sembako, ditambah uang tunai kepada perempuan yang terkena stroke tersebut.
Pada Jumat (24/4/2020), bantuan juga datang dari Lazismu Kabupaten Jember.
Mengutip dari laman Lazismu Jember, bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadan 1441 H, Lazismu Jember bergegas membantu Triyata atau Bu Bambang, warga kurang mampu terdampak situasi wabah Covid-19 dengan menyalurkan bantuan berupa sembako.
Lazismu juga melansir berita dari surya.co.id di laman itu.
Bantuan juga datang dari lembaga amil zakat Rizki, dan organisasi IPSM.
"Tadi sore juga ada kiriman katering untuk buka puasa dari Yayasan Al-Nashr," ujar Teguh, tetangga Bu Bambang.
Seperti diberitakan SURYAMALANG.COM, Ny Triyata atau Bu Bambang, warga Jl Letjen Sutoyo RT 3 RW 33 Gang Kebon Indah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari, belum pernah mendapatkan bantuan sosial juga bantuan kemanusiaan di masa pandemi Virus Corona ini.
Dia adalah keluarga miskin di wilayah perkotaan Jember, tetapi tidak tersentuh bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Pangan Non Tunai, Program Keluarga Harapan, maupun Kartu Indonesia Sehat.
Untuk bertahan hidup dan bisa sekedar makan, dalam seminggu terakhir ia memilih menjual perabot rumah yang dimiliki.