Nasional

Makar, Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Istana Negara, Aktivis Papua Divonis 8 dan 9 Bulan Penjara

Makar, Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Istana Negara, Aktivis Papua Divonis 8 dan 9 Bulan Penjara

KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVA
FOTO ARSIP - Aktivis Papua jalani persidangan di PN Jakpus, Senin (20/1/2020). 

SURYAMALANG.COM - Didakwa lakukan makar di Istana Negara Jakarta dengan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, para aktivis Papua divonis delapan dan sembilan bulan penjara.

Terdakwa aktivis Papua Suryanta Ginting Cs divonis 9 bulan pidana kurungan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sementara seorang terdakwa divonis 8 bulan penjara.

Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 106 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang makar.

"Mengadili pertama menyatakan terdakwa saudari Ariana Eleopere alias Wenebita Gwijangge bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan yang kesatu."

"Dua, menjatuhkan pidana berdasarkan dakwaan kesatu selama sembilan bulan," kata Hakim Agustinus membacakan vonis Ariana Eleopere dalam siaran langsung di akun Instagram @fri_westpapua, Jumat (24/4/2020), seperti dikutip Antara.

Hukuman sembilan bulan itu dijatuhkan kepada lima orang, yaitu Suryanta Ginting, Ariana Eleopere, Dano Anes Tabuni, Charles Kossay dan Ambrosius Mulait dengan pasal yang sama terkait makar.

Sedangkan terdakwa Issay Wenda dijatuhkan hukuman lebih ringan, yakni 8 bulan penjara.

Issay juga turut terbukti melakukan makar.

Saat dihubungi, salah satu penasihat hukum dari keenam aktivis Papua itu, Michael Hilman mengatakan, para terdakwa sedang berkoordinasi untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved