Virus Corona di Malang

Seorang Nenek di Singosari Malang Positif Covid-19, Puskesmas Akan Lakukan Rapid Test Bagi 50 Warga

Arbani menerangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang akan melaksanakan rapid test kepada 50 orang yang pernah berinteraksi dengan pasien Singosari

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
ILUSTRASI - Pasien positif warga Singosari sempat memeriksakan diri ke RS Lawang Medika, Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satu warga Singosari dikonfirmasi sebagai pasien positif covid-19 dan menjadi tambahan kasus virus corona terbaru Kabupaten Malang.

Dengan adanya satu kasus positif covid-19 baru, maka jumlah kasus positif virus corona di Jatim menjadi 20 orang pada, Jumat (24/4/2020).

"Ada tambahan 1 orang positif corona. Hingga kini jumlah keseluruhan terjangkit Covid-19 di Kabupaten Malang berjumlah 20 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi.

Tambahan pasien Covid-19 tersebut adalah warga Kecamatan Singosari berjenis kelamin perempuan berusia 54 tahun.

Secara kronologis, Arbani menerangkan, pasien memang sempat mengeluhkan sesak nafas pada 10 hari lalu.

Dalam durasi waktu tersebut pasien awalnya memeriksakan diri ke RS Lawang Medika.

Tak kunjung dapat mendapat perubahan pasien akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.

Di rumah sakit tersebut pasien sempat dilakukan tes swab untuk memastikan kondisi pasien.

Pada Selasa (21/4/2020) hasil swab pasien belum keluar. Namun pasien sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Arbani menegaskan, kondisi pasien saat ini sudah sehat setelah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

"Dia sekarang sudah pulang. Kondisinya sudah sehat, akan dilakukan lagi pemeriksaan PCR (swab) dua kali untuk memastikan ia sudah negatif atau tidak. Baru sekali tes dinyatakan positif dan kini sudah sehat," ujar Arbani.

Arbani membenarkan bahwa suami dari pasien tersebut sudah meninggal 3 minggu lalu.

Pasien merupakan ibu rumah tangga dan tinggal bersama dua anak, satu cucu dan ayah kandungnya.

Arbani menerangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang akan melaksanakan rapid test kepada 50 orang yang pernah berinteraksi dengan pasien.

"Kepala Puskesmas sudah meminta 50 rapid test kepada yang diindikasi pernah kontak dengan yang bersangkutan termasuk keluarga. OTG (orang tanpa gejala) kurang lebih segitu. Besok dilakukan rapid test. Baru tadi mintanya," jelas Arbani

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved