Breaking News:

10 Jenis Makanan Yang Bisa Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok Jadi Menu Sahur Saat Puasa Ramadhan

Simak 10 jenis makanan yang bisa membuat perut merasa kenyang lebih lama saat dikonsumsi.

Kompas.com
Ilustrasi jenis makanan untuk menu sahur saat puasa Ramadhan 

Makanan diberi peringkat sesuai dengan kemampuan mereka untuk memuaskan rasa lapar.

Makanan yang mendapat skor lebih tinggi dari 100 dianggap lebih banyak mengisi, sedangkan makanan yang mendapat skor di bawah 100 dianggap lebih sedikit mengisi atau mengenyangkan.

Artinya, makan makanan yang nilainya lebih tinggi pada indeks kenyang dapat membantu Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori secara keseluruhan.

Dari situ diketahui, kentang yang dimasak dan tidak dikupas merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin C dan potasium.

Kentang kaya akan air dan karbohidrat, dan mengandung serat dan protein dalam jumlah sedang. Kentang juga hampir tidak mengandung lemak.

Dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat lainnya, kentang sangat mengenyangkan.

Bahkan, kentang rebus mencetak 323 pada indeks kenyang, yang merupakan jumlah tertinggi dari semua 38 makanan yang diujikan.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa sebagian alasan mengapa kentang begitu mengisi adalah karena mengandung protein yang disebut proteinase inhibitor 2 (PI2). Protein ini dapat menekan nafsu makan.

7. Telur

Telur
Telur (dapurlagi.blogspot.com)

Telur sangat sehat dan padat nutrisi. Sebagian besar nutrisi ditemukan dalam kuning telur, termasuk antioksidan lutein dan zeaxanthine, yang mungkin bermanfaat bagi kesehatan mata.

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi.

Telur besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk semua 9 asam amino esensial.

Telur juga sangat mengisi dan mendapat skor tinggi pada indeks kenyang.

Satu studi menemukan bahwa makan telur untuk sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang hingga bisa mengurangi asupan kalori lebih sedikit selama 36 jam berikutnya.

Studi lain menemukan bahwa sarapan kaya protein telur dan daging sapi tanpa lemak meningkatkan rasa kenyang dan membantu orang membuat pilihan makanan yang lebih baik.

8. Ikan

Ikan
Ikan (Kompas)

Ikan sarat dengan protein berkualitas tinggi.

Ikan juga kaya akan asam lemak omega-3, yang merupakan lemak esensial yang harus kita dapatkan dari makanan.

Menurut sebuah penelitian, asam lemak omega-3 dapat meningkatkan perasaan kenyang pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas .

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein pada ikan mungkin memiliki efek yang lebih kuat pada rasa kenyang daripada sumber protein lainnya.

Pada indeks kenyang, skor ikan lebih tinggi dari semua makanan kaya protein lainnya, termasuk telur dan daging sapi. Ikan sebenarnya memiliki skor tertinggi kedua dari semua makanan yang diuji .

Studi lain membandingkan protein ikan, ayam dan daging sapi. Para peneliti menemukan bahwa protein ikan memiliki efek paling kuat pada rasa kenyang.

Ikan kaya protein dan asam lemak omega-3, yang dapat meningkatkan rasa kenyang. Protein dalam ikan mungkin memiliki efek yang lebih kuat pada rasa kenyang daripada jenis protein lainnya.

9. Sup

Cairan sering dianggap kurang mengisi daripada makanan padat, meskipun buktinya beragam.

Namun, sup agak berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa sup sebenarnya lebih banyak mengisi daripada makanan padat yang mengandung bahan yang sama.

Dalam sebuah penelitian, sukarelawan mengonsumsi makanan padat, sup chunky, atau sup halus yang telah dimasukkan ke dalam food processor.

Perasaan kenyang dan tingkat di mana makanan meninggalkan perut kemudian diukur.

Sup yang halus memiliki dampak terbesar pada kenyang dan laju pengosongan perut yang paling lambat, diikuti oleh sup yang tebal.

Sup sangat mengisi makanan, meskipun dalam bentuk cair. Mereka juga bisa tinggal di perut lebih lama, sehingga memperpanjang perasaan kenyang.

10. Daging

Daging
Daging (Kompas)

Makanan berprotein tinggi, seperti daging tanpa lemak, sangat mengenyangkan

Misalnya, daging sapi dapat memiliki efek kuat pada rasa kenyang. Ini skor 176 pada indeks kenyang, yang merupakan tertinggi kedua dari makanan kaya protein, setelah ikan.

Satu studi menemukan bahwa orang yang makan daging protein tinggi saat makan siang makan 12% lebih sedikit saat makan malam, dibandingkan dengan mereka yang makan karbohidrat tinggi untuk makan siang. 

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved