Breaking News:

Berita Malang Hari Ini 26 April 2020 Populer: Penangkapan 3 Mahasiswa & Tenaga Medis Positif Corona

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Minggu 26 April 2020 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
KOLASE SURYAMALANG.COM
Ilustrasi pasien positif Covid-19 dan Aksi Kamisan mendatangi Polresta Malang Kota menuntut tiga aktivisnya yang ditangkap untuk dibebaskan. 

Dengan tambahan dua tenaga kesehatan positif virus corona membuat saat ini jumlah yang positif dari tenaga kesehatan menjadi tiga orang.

Akan tetapi, satu tenaga kesehatan yang kemarin dinyatakan positif Covid-19 kini datanya dilimpahkan ke Kabupaten Malang.

"Kemarin itu datanya masuk ke Kota Malang. Setelah kami verifikasi lebih lanjut, datanya dimigrasikan ke Kabupaten Malang," ucapnya.

Dua tenaga kesehatan tersebut saat ini harus menjalani karantina secara mandiri karena merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sementara dua orang lainnya dari masyarakat umum saat ini sedang menjalani perawatan.

"Jadi total yang positif Covid-19 di Kota Malang ada lima orang," ucapnya.

Sedangkan untuk PDP Covid-19 di Kota Malang saat berjumlah 91 yang masih menjalani perawatan.

Untuk ODR berjumlah 1.909 orang, OTG 166 orang dan ODP saat ini berjumlah 235 orang yang dalam pemantauan.

Update Virus Corona di Kota Malang, 2 Tenaga Kesehatan Positif Covid-1. (Rifky Edgar)

3. Pemkot Malang Siapkan APD & Rapid Test untuk Pemudik di Tiap Posko Covid-19

Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau posko Covid-19 di Arjosari, Kota Malang, Sabtu (25/4/2020).
Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau posko Covid-19 di Arjosari, Kota Malang, Sabtu (25/4/2020). (HUMAS PEMKOT MALANG)

Pemkot Malang telah mempersiapkan diri untuk menyambut para pemudik, misalnya dengan menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dan rapid test di enam posko Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan pihaknya telah menyiapkan lebih dari 1.500 rapid test.

Rapid test tersebut akan digunakan kepada para pemudik yang nekat berdatangan ke Kota Malang.

"Jadi rapid test ini bagi orang yang indikasinya mengarah ke Covid-19," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (25/4/2020).

Pria kelahiran Lamongan tersebut menjelaskan pemudik yang akan menjalani rapid test tersebut berasal dari daerah zona merah Covid-19.

Seseorang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat juga akan menjalani rapid test.

"Meskipun suhu tubuh di bawah 38 derajat tapi dia berasal dari zona merah, juga harus di tes," ucapnya.

Setelah melakukan serangkaian tes kesehatan tersebut, masyarakat yang memiliki gejala seperti Covid-19 akan langsung dirujuk ke puskesmas terdekat dari posko ataupun rumah sakit.

Pemkot Malang juga telah menyiapkan tempat untuk karantina atau tempat isolasi.

"Masing-masing memiliki 400 bed dan ada yang lebih. Saat ini kami juga masih memesan rapid test. Karena target kami ada 10.000 rapid test," tandasnya. (Rifky Edgar)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved