Breaking News:

Berita Ngawi Hari Ini

Ribuan Kendaraan dari Luar Jatim Diminta Putar Balik, Tak Boleh Mudik untuk Cegah Penularan Covid-19

Ribuan Kendaraan dari Luar Jatim Diminta Putar Balik, Tak Boleh Mudik untuk Cegah Penularan Covid-19

SURYAMALANG.COM/Fatimatuz
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah melakukan sidak di Check Poin Pintu Masuk Tol Ngawi yang merupakan salah satu dari delapan pintu penyekatan jalur mudik untuk masuk kawasan Jawa Timur, Minggu (26/4/2020) siang. 

Sebagaimana diketahui delapan titik check point yang disekat untuk pengetatan arus mudik masuk Jatim ada di perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Check point lainnya juga dilakukan di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi dam Terminal Bus Kembang Putih, Tuban.

“Kalau mobil plat merah dan penugasan khusus dan mobil pribadi keluarga dengan posisi tetap physical distancing maka di check poin ini ada posko kartu ODR, dan tempat cuci tangan dan ada juga hand sanitizer,” kata Khofifah.

Harapannya seluruh protokol kesehatan tetap dipenuhi di tengah pandemi covid-19 ini. Dan jika ada pengendara yang ada tanda gejala klinis covid-19 maka dia akan diberikan kartu ODR berisiko tinggi dan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Yang ingin kita masimalkan adalah penghentian penyebaran covid-19. Terima kasih kapolda pangdam dan bupati ngawi kapolres dandim ini luar biasa di titik check poin yang paling ramai seluruh petugas sudah bekerja maksimal,” katanya.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan bahwa sebanyak 1.170 kendaraan yang diminta putar balik adalah kendaraan dari luar Jatim.

“Kalau dari luar Jatim ada 1.170 yang diminta putar baik. Itu ada di Tuban, Bojonegoro, Pacitan, Magetan dan Ngawi dan beberapa pintu masuk dari Jateng. Mereka yang diminta putar balik ada dari Jateng,“ kata Luki.

Sebegaimana diketahui Presiden Joko Widodo membuat kebijakan larangan mudik dan mulai berlaku per 24 April 2020 - 31 Mei 2020. Terkait sanksi tegas bagi mereka yang melanggar akan mulai efektif per 7 Mei 2020 sesuai dengan UU Kekarantinaan. Untuk saat ini para pemudik yang kedapatan melanggar akan diminta untuk memutar dan kembali ke daerah asal perjalanan. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved