Breaking News:

Virus Corona di Malang

Diduga Pemudik, 40 Kendaraan Diminta Balik Arah saat Coba Masuk Wilayah Kabupaten Malang

Sebanyak 40 kendaraan umum berbagai jenis dipaksa putar balik menuju wilayah asalnya saat mencoba memasuki Kabupaten Malang.

Polres Malang
Petugas memeriksa kendaraan umum berbagai jenis di Exit Tol Lawang dan Posko Dengkol Kecamatan Singosari jelang PSBB Malang Raya, Selasa (28/4/2020) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 40 kendaraan umum berbagai jenis dipaksa putar balik menuju wilayah asalnya, saat Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bersama Forkopimda Kabupaten Malang meninjau posko check point di Exit Tol Lawang dan Posko Dengkol Kecamatan Singosari, Selasa (28/4/2020). Kendaraan umum tersebut dipaksa berbalik arah karena tidak mempunyai kepentingan darurat memasuki Kabupaten Malang.

Wilayah Malang Raya tak terkecuali Kabupaten Malang termasuk zona merah Covid-19. Pertimbangan tersebut jadi alasan dilakukannya penutupan akses bagi pemudik luar daerah.

Hendri menerangkan, tindakan pemaksaan putar balik bagi kendaraan umum ini bukanlah persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang digadang-gadang bakal diterapkan di Malang Raya. Kebijakan penyekatan dilakukan hingga 1 Juni mendatang. Pemberlakuannya juga menyesuaikan pencabutan status darurat Covid-19.

"Penyekatan ini bukan persiapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Kami melakukan penyekatan sebagaimana aturan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri," terang Hendri usai meninjau Exit Tol Lawang.

Hendri menambahkan, para pengendara juga dilakukan pendataan.

Apabila ada kendaraan yang ketika didata terungkap alasan melakukan mudik maka akan dipaksa putar balik.

"Kami telah berkoordinasi dan memberikan himbauan kepada PO (perusahaan otobus) agar sementara menghentikan operasi di wilayah zona merah dan wilayah PSBB,"  kata Hendri.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang tidak membatasi mobilitas pekerja luar daerah yang bekerja di wilayahnya.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi‚Äč menerangkan pelarangan akses masuk ke Kabupaten Malang hanya berlaku bagi para pemudik.

Pemudik yang dimaksud Sanusi adalah pendatang luar daerah yang tidak memiliki kepentingan mendesak memasuki Kabupaten Malang.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved