Jendela Dunia

Di saat Wabah Virus Corona, Donald Trump Menuduh China Menjegalnya dalam Pilpres Amerika Serikat

Di saat Wabah Virus Corona, Donald Trump Menuduh China Menjegalnya dalam Pilpres Amerika Serikat

APF/ALEX WONG
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih di Rose Garden di Gedung Putih 14 April 2020 di Washington, DC. Presiden Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO. 

SURYAMALANG.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, China "akan melakukan segala" cara agar dia kalah dalam pergelaran Pilpres AS.

Dalam wawancara dengan Reuters, dia kembali melontarkan kritikan terhadap Beijing terkait cara mereka dalam merespons pandemi virus corona atau Covid-19.

Trump menerangkan, dia meyakini China "menghadapi banyak konsekuensi" karena sikap negaranya dalam melayangkan kritikan terhadap mereka.

Dia menuturkan, Beijing seharusnya bisa memberi tahu dunia mengenai wabah yang pertama kali terdeteksi di Wuhan lebih cepat.

Amerika Akan Kirim Alat Bantu Pernapasan ke Indonesia Setelah Donald Trump Ngobrol dengan Jokowi

Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Fakta Kondisi Kim Jong Un Hingga Doa dari Trump & Bashar al-Assad

Donald Trump Jilat Ludahnya Sendiri Melalui Pernyataan Blunder Soal Virus Corona, Awalnya Sebut Flu

Donald Trump.
Donald Trump. (cnn)

Virus corona yang mulai masif menyerang sejak Januari 2020 menghantam ekonomi AS, salah satu senjata sang presiden dalam pilpres nanti.

Presiden 73 tahun itu, yang tengah terlibat perang dagang dengan "Negeri Panda", tak menjabarkan bagaimana dia akan menghadapi negara itu.

"Mereka akan melakukan apa pun agar saya kalah (pada Pilpres AS). Banyak hal yang bisa saya lakukan. Kami akan melihat perkembangannya," tutur dia.

Dilansir BBC, Kamis (30/4/2020), dia yakin calon penantangnya, Joe Biden, yang lebih dipilih Beijing untuk menang dalam pemilu November nanti.

Dia mengaku skeptis terkait jajak pendapat bahwa bakal calon presiden dari Partai Demokrat itu lebih diunggulkan dalam pemilu.

"Saya tidak percaya dengan polling. Saya yakin rakyat di sini cerdas. Mereka tentu tak akan memilih orang yang tidak kompeten," kata dia.

Sebelumnya, media setempat melaporkan bahwa sang presiden begitu marah dengan penasihat politiknya, setelah polling menunjukkan bahwa dia kalah di negara bagian unggulan.

Dilaporkan Associated Press, beberapa stafnya mengaku ragu presiden 73 tahun itu bakal menang di Florida, Wisonsin, dan Arizona.

"Saya tidak akan kalah dari Joe Biden," ujar taipan real estat itu dalam konferensi pers bersama tim kampanyenya, di mana dia sempat mengucapkan sumpah serapah.

Presiden ke-45 itu diberitakan begitu marah dengan manajer kampanye Brad Parscale, di mana dia mengucapkan berbagai kalimat makian.

CNN dan The Washington Post memberitakan, dia bahkan sempat menyebutkan bakal menggugatnya, meski tak dijelaskan seberapa serius ancaman itu.

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved