Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

LBH Surabaya Ajukan Penangguhan Penahanan Tiga Aktivis Kamisan Malang

LBH Surabaya Pos Malang mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tiga aktivis Aksi Kamisan yang ditangkap oleh Polresta Malang Kota.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tiga aktivis Aksi Kamisan yang ditangkap oleh Polresta Malang Kota.

Tiga aktivis berinisial AAF, AAS dan SR ditangkap karena dituduh terlibat aksi vandalisme berkedok anarko.

Kuasa hukum ketiga aktivis, Tri Eva Oktaviani mengatakan penangguhan penahanan telah diatur dalam pasal 23 KUHAP.

Dalam pasal itu, penyidik diberi kewenangan untuk mengalihkan status tahanan.

"Selain itu dalam proses ini masih membutuhkan pembuktian persidangan. Sehingga merujuk kepada asas praduga tak bersalah maka perbuatan ketiga orang ini belum dapat dikatakan bersalah sebelum menjalani persidangan," ujar Tri Eva, dalam keterangan persnya, Kamis (30/4/2020).

Menurut Eva, penangguhan penahanan adalah cara menyelamatkan hak ketiga aktivis yang terhenti selama ditahan oleh polisi.

AAF misalnya, adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang.

Dalam waktu dekat, dia akan menjalani ujian akhir semester (UAS) untuk menentukan kelanjutan studinya.

"Kemudian AAS juga seorang mahasiswa yang juga berdagang karena ayahnya baru saja meninggal."

"SR yang merupakan buruh pabrik yang berperan penting dalam kehidupan ekonomi keluarga," katanya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved