Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Jatim

Cegah Munculnya Klaster Baru Virus Corona, Pemkab-Pemkot Harus Sinergi dengan Pemprov Jatim

Kini Jatim juga menggeser posisi Jawa Barat dalam jumlah kasus pasien positif corona. Terbaru, pasien positif corona di Jatim berjumlah 1037 orang.

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur dr Kohar Hari Santoso 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona atau Covid-19 menyatakan, ada 3 daerah berpotensi jadi episentrum corona baru. Tiga daerah tersebut salah satunya adalah Kota Surabaya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, kasus pasien positif corona memang paling banyak di Kota Surabaya.

Dari data terbaru, pasien positif corona di Kota Surabaya mencapai 496 orang.

"Kita sudah melakukan langkah untuk menekan penyebaran virus corona dengan menerapkan PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kami berharap PSBB berjalan efektif," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (2/5/2020).

Di sisi lain, kini Jatim juga menggeser posisi Jawa Barat dalam jumlah kasus pasien positif corona.
Terbaru, pasien positif corona di Jatim berjumlah 1037 orang.

Hal yang jadi perhatian besar dalam peningkatan pasien positif corona di Jatim, menurut Kohar adalah kedisiplinan masyarakat.

"Masyarakat diimbau patuh dengan peraturan PSBB. Masyarakat perlu meningkatkan physical distancing, social distancing dan jaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga dan istirahat cukup," terangnya.

Dari data tim tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jatim, terdapat 23 klaster. Namun, dari data konsultan Penanganan Covid-19 terdapat 43 klaster di Jatim.

Beberapa hari lalu, muncul klaster baru yakni klaster Sampoerna.

Dari 46 karyawan Sampoerna yang dites swab, 34 karyawan dinyatakan positif virus corona.

Jumlah ini belum termasuk hasil 42 karyawan Sampoerna yang telah menjalani tes swab pada Jumat (1/4/2020). Sementara, dua karyawan Sampoerna positif corona meninggal dunia.

"Pabrik-pabrik diminta mentaati regulasi PSBB. Nanti malam kami patroli dengan petugas gabungan. Harapannya tak ada kluster baru di pabrik-pabrik," tandasnya.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan, peluang munculnya klaster baru tak hanya di pabrik, di manapun bisa terjadi.

Sehingga koordinasi antar Pemerintah Kota/Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi terus dilakukan.

"Pemerintah Kota/Kabupaten harus melakukan tindakan terlebih dahulu apabila ada klaster baru. Kemudian di koordinasikan ke Pemerintah Provinsi. Jika tak bisa diselesaikan kami teruskan ke Kementrian Kesehatan," jelasnya.

Dia melanjutkan, hal yang jadi perhatian besar terkait jumlah kasus pasien positif corona yang meningkat yakni pemahaman. Pelbagai pihak haris memahami bila penyebaran virus corona merupakan masalah besar.

"Setelah itu mengunpulkan data, dipelajar dan dicocokkan literatur, apakah emergensi atau tidak," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved