Breaking News:

Ini Tanggapan Pabrik Rokok REXO Soal Tudingan Peredaran Rokok Tanpa Cukai di Sumatera

kabar yang menyebut perusahaannya berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 200 miliar per tahun dibantah

Editor: Adrianus Adhi
Facebook
Ilustrasi rokok Rexo Bold 

SURYA.CO.ID - Direktur Utama CV. Megah Sejahtera, Robby Demas Kosasih membantah kabar yang menyebut perusahaannya berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 200 miliar per tahun melalui peredaran rokok ilegal merek REXO BOLD di wilayah Sumatera.

"Tidak benar itu. Menurut saya, pemberitaan ini berlebihan dan tidak berdasarkan data yang valid. Berdasarkan data ekspor, Rokok merek REXO BOLD isi 12 batang hanya dieskpor sebanyak 1 (satu) kali pada tanggal 18 Desember 2019. Tujuan ekspornya adalah negara-negara ASEAN, melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan transit di Singapura. Semua dokumen ekspor kami selalu lengkap dan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak seharusnya berada, dan bahkan dijual secara bebas di daerah Sumatera, atau pulau lain di wilayah NKRI" tegas Robby dalam keterangan pers pada Rabu (4/5/2020).

Berdasarkan keterangan dari Kantor KPPBC (Pengawasan Dan Pelayanan Bea Cukai) TMC Malang, lanjutnya, profil perusahaan CV Megah Sejahtera tergolong low risk alias berisiko rendah. Yang mana tidak mudah untuk mendapatkan profil perusahaan dengan status low risk atau bersiko rendah tersebut.

Robby tidak menampik bahwa produk non-ekspornya memang dipasarkan hingga ke wilayah Sumatera. Namun produk-produk REXO yang dipasarkan di sana adalah produk bercukai, dan terbukti selama ini tidak pernah ada kejadian serupa. "Agaknya mustahil apabila ini merupakan kesalahan distributor kami, karena semua produk yang kami kirimkan ke wilayah Indonesia untuk tujuan pemasaran selalu dilengkapi dengan pita cukai”, paparnya.

Ditambah lagi, peningkatan pembelian pita cukai (CK-1) dalam aktivitas perusahaan CV. Megah Sejahtera menunjukkan tidak adanya indikasi mangkir dari kewajiban cukai. Jadi, dapat kami luruskan, pemberitaan di sejumlah media yang menyebut adanya potensi kerugian negara akibat beredarnya rokok merek REXO BOLD, adalah tidak benar.

"Itu tidak sejalan dengan visi perusahaan kami, yang saat ini sedang dalam proses berkembang untuk menjadi lebih besar. Tentunya kami tidak ingin reputasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun hancur begitu saja", tandas Robby.

Pria asal Malang ini juga mengaku siap dikonfrontasi dengan pihak manapun, terkait dengan persoalan tersebut. "Yang jelas, pemberitaan tentang rokok ilegal REXO, sudah merusak nama baik produk REXO sekaligus badan usaha CV. Megah Sejahtera," tegasnya.

Terkait hal ini, Anthonius Adhi Soedibyo dan Michael Sugijanto selaku Tim Kuasa Hukum CV. Megah Sejahtera menegaskan, pemberitaan mengenai potensi kerugian negara hingga Rp 200 M per tahun ini sama sekali tidak teruji kebenarannya, baik secara materiil maupun kredibilitas narasumber yang mengungkapkan proyeksi kerugian tersebut.

"Ini sudah sudah menyerang kehormatan atau nama baik Klien kami di muka umum. Berdasarkan ketentuan hukum, Klien kami seharusnya punya hak untuk melakukan koreksi sebelum sebuah narasi yang mengandung unsur pencemaran nama baik diberitakan. Setidaknya, kami mohon kesempatannya untuk mengeksekusi Hak Jawab Klien kami sebagai pihak yang dirugikan secara langsung," terang Michael.

Beliau mengungkapkan, kliennya sudah memberikan laporan dan tanggapan tertulis mengenai pemberitaan yang tidak teruji kebenarannya tersebut, kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai di Malang. "Tindakan ini, ditambah dengan permohonan untuk mengeksekusi Hak Jawabnya, menunjukkan bahwa Klien kami
memiliki itikad baik untuk meluruskan pemberitaan ini, bukan malah berusaha mangkir atau menutup-nutupi," tegasnya.

Managing Partner dari ANSUGI LAW ini juga menambahkan, “Hasil analisa LOW RISK itu sebenarnya sudah menjadi bukti yang cukup bahwa Klien kami telah menjalankan usahanya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku selama ini. Ditambah lagi, klarifikasi dari Klien kami mengenai jalur distribusi rokok merk REXO sudah cukup jelas untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Jadi selama tidak bisa dibuktikan sebaliknya, sekiranya tidak pantas bagi pihak mana pun untuk mendalilkan hal-hal yang bernada menjatuhkan, apalagi dengan tujuan untuk diketahui oleh umum.

Selain merupakan bentuk pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah dalam UU Pers, ini juga jelas-jelas melanggar Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, terutama bagi narasumber dan oknum-oknum terkait yang ingin menjatuhkan kredibilitas merek rokok REXO.

Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa aktivis Komunitas Pemuda Merah Putih (KPMP) Yusu Halawa mengungkapkan, rokok ilegal merk REXO diselundupkan ke Sumatera lewat perairan di Kepulauan Riau (Riau). Yusu menyebut, rokok ilegal tersebut diproduksi CV Megah Sejahtera di Malang. "Jika memang beliau memiliki bukti-bukti yang kuat bahwa apa yang didalilkan itu benar merupakan kesalahan dari Klien kami, kami sangat terbuka untuk klarifikasi secara langsung," tandas Michael.

"Mewakili kantor hukum kami ANSUGI LAW beserta klien kami CV. Megah Sejahtera, kami ingin mengucapkan terima kasih atas kecepatan respons dan cara pihak TRIBUNNEWS Surabaya dan Malang dalam menanggapi permohonan kami. Semoga bisa menjadi contoh tata kelola media yang baik bagi media-media lain," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved