Breaking News:

Virus Corona di Malang

Polres Malang Ciduk 75 Oknum Warga yang Nekat Nongkrong di Warkop, Siapkan Sanksi Pidana Jika Bandel

Polres Malang merazia oknum warga yang masih nongkrong di sejumlah warung kopi (warkop) area Kecamatan Pakisaji, Kepanjen dan Gondanglegi

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
Polres Malang
Polres Malang merazia warga yang masih nongkrong di sejumlah warung kopi (warkop) di area Kecamatan Pakisaji, Kepanjen dan Gondanglegi, Senin (4/5/2020) malam. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polres Malang merazia oknum warga yang masih nongkrong di sejumlah warung kopi (warkop) area Kecamatan Pakisaji, Kepanjen dan Gondanglegi, Senin (4/5/2020) malam. Ada 75 orang berbagai usia dari 8 tahun hingga usia 50 tahun kepergok masih nekat nongkrong di warkop malam itu.

Alasan mereka terjaring razia adalah karena masih ngeyel berkumpul di warung kopi di atas pukul 20:00 WIB. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menerangkan dari 75 orang, 25 orang di antaranya dilakukan rapid test seusai terjaring razia.

"Ada 75 orang kita bawa ke halaman Polres Malang untuk membuat surat pernyataan. Lalu 25 di antaranya dilakukan rapid test," tutur Hendri.

Hasil rapid test menunjukkan, 25 orang dinyatakan non-reaktif.

Namun, 10 orang di antaranya saat diperiksa ditemui suhu tubuh di atas 37 derajat celcius.

"Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh ditemui 10 orang mempunyai suhu di atas 37 derajat.  Selanjutnya dilakukan rapid test sebanyak 25 orang secara acak diperoleh hasil non-reaktif," ungkap Hendri.

Hendri berharap adanya razia dan rapid test kali membuat warga yang tidak disiplin itu kapok dan melakukan aktivitas nongkrongnya lagi.

"Kami harus upayakan pencegahan salah satunya seperti ini (razia). Harapannya warga kapok dan berhenti untuk kluyuran keluar rumah tanpa kepentingan. Kami ingin masyarakat tidak seenaknya keluar rumah," ujar Hendri.

Hendri mewanti-wanti kepada semua warga Kabupaten Malang tidak ceroboh keluar malam hanya untuk kepentingan nongkrong.

Apabila melanggar ada sanksi pidana yang bisa menjerat masyarakat yang bandel di tengah pandemi corona.

Apabila puluhan warga yang terjaring razia mengulangi kesalahan yang sama, mereka  bisa dilakukan pidana Pasal 216 KUHP atau UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Ada hukuman pidananya. Yakni penjara sembilan bulan," tegas Hendri.

Hendri menuturkan ada perubahan tentang pola aktivitas warga yang nongkrong.

Menurutnya, ada penurunan akitvitas luar rumah yang signifikan sejauh ini pada malam hari.

"Tempat yang biasanya ramai sudah mulai sepi. Kalau siang kan kami tak mungkin menghentikan aktivitas di pasar atau keramaian lainnya. Kalau malam ini kan jelas aturannya lewat jam delapan malam harus berada di rumah masing-masing," ungkap Hendri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved