Breaking News:

Kisah di Balik Julukan 'Kempot' pada Nama Didi Kempot Sang Godfather of Broken Heart

Meninggalnya maestro campursari Didi Prasetyo atau Didi Kempot turut meninggalkan duka bagi banyak kalangan.

Editor: Zainuddin
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Almarhum Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Meninggalnya maestro campursari Didi Prasetyo atau Didi Kempot turut meninggalkan duka bagi banyak kalangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, Adi Sutarwijono menilai Didi Kempot adalah sosok seniman yang merakyat dan penuh cinta kepada kebudayaan Nusantara.

"Perjuangan Mas Didi Kempot menunjukkan betapa beliau total dalam berkesenian dan berkebudayaan."

"Beliau adalah seniman yang merakyat, tidak pernah sombong, humble, dan mampu menghidupkan suasana, seperti ketika memeriahkan rapat kerja PDIP di Jakarta pada Januari 2020," ujar Adi Sutarwijono kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (5/5/2020).

Penyanyi berjuluk Godfather of Broken Heart itu layak diteladani oleh generasi muda ,terutama konsistensinya di pada genre musik campursari sejak 1989.

Kegigihan tersebut telah menempatkan Didi sebagai seniman legendaris yang bakal dikenang sampai kapan pun.

Apalagi Didi Kempot telah menciptakan lebih dari 700 lagu campursari sepanjang kariernya.

"Beliau memulai karir dari bawah, keliling sebagai pengamen, mendirikan Kelompok Penyanyi Trotoar atau Kempot. Nama ini yang di kemudian hari menjadi penyerta namanya yang terkenal."

"Totalitas dan tidak mengambil jalan pintas harus menjadi pilihan bagi semua orang yang ingin sukses. Kita semua harus meneladani Didi Kempot," kata Adi.

Lagu-lagu campursari Didi Kempot yang disukai seluruh lapisan sosial masyarakat juga menjadi bukti bahwa nyanyian Didi Kempot adalah nyanyian rakyat.

Politisi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini mengatakan Didi Kempot juga mengenang Surabaya lewat lagu berjudul Kangen Suroboyo.

Lagu ini berkisah tentang pasangan yang saling merindu dengan petikan bait 'Kemulono nganggo selimut tresnamu. Neng Suroboyo tak tunggu tekamu. Manggono neng endi, yen kowe tresno, takenteni muliho neng Suroboyo'.

"Sebagaimana Mas Didi Kempot merilis lagu Kangen Suroboyo, kita semua arek-arek Suroboyo juga akan selalu kangen Mas Didi. Sugeng tindak, Lord Didi Kempot. Surga terbaik untuk Mas Didi Kempot," ujar Adi.(Sofyan Arif Candra)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved