Breaking News:

Kesehatan

Selain Kehamilan, Perempuan Rawan Jadi Korban Kekerasan Gender saat Karantina di Tengah Wabah Corona

Selain Kehamilan, Perempuan Rawan Jadi Korban Kekerasan Gender saat Karantina di Tengah Wabah Corona

www.essentialbaby.com.au
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Perempuan adalah yang paling merasakan dampak di tengah-tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 di dunia ternyata berdampak pada sistem kesehatan perempuan, salah satunya kehamilan.

Diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan terjadi peningkatan jutaan perempuan yang tidak dapat mengakses pelayanan keluarga berencana, mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, mengalami kekerasan berbasis gender, dan praktik berbahaya lainnya.

Berdasarkan data penelitian yang dikeluarkan United Nations Population Fund (UNFPA), badan PBB di bidang kesehatan seksual dan reproduksi, mengungkapkan dampak Covid-19 dalam skala besar terhadap perempuan.

Kondisi ini dikarenakan sistem kesehatan mengalami kelebihan beban, penutupan fasilitas atau hanya tersedianya pelayanan terbatas kepada perempuan dan anak perempuan.

Cewek Usia 17 Tahun Dinikahi Penjual Roti, Wabah Corona Mengubah Sikap Suami dan Terjadi Penyiksaan

Gigi Hadid dan Zayn Malik Karantina Bersama di Tengah Wabah Virus Corona, Eh Malah Positif Hamil

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay/Coyot)

Sebagian perempuan juga akan memilih untuk melewatkan pemeriksaan medis yang penting karena ketakutan akan tertular virus corona yang tengah mewabah ini.

Gangguan pada rantai pasok global juga dapat berakibat pada keterbatasan ketersediaan alat kontrasepsi.

Serta kekerasan berbasis gender berpotensi meningkat karena perempuan tertahan di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama.

Direktur Eksekutif UNFPA Dr. Natalia Kanem mengungkapkan data baru ini menunjukkan dampak bencana Covid-19 yang dalam waktu dekat akan dialami oleh perempuan dan anak perempuan secara global.

"Pandemi ini akan memperparah ketidaksetaraan, jutaan perempuan dan anak perempuan sekarang beresiko kehilangan kemampuan untuk merencanakan keluarga mereka, melindungi tubuh dan kesehatan mereka,” ujar Kanem dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2020).

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved