Breaking News:

Ekonomi Bisnis

Bank Mandiri Beri Edukasi dan Sosialisasi Pentingnya Ubah PIN Kartu Debit/ATM Secara Berkala

kejadian itu sebenarnya bukan ATM eror, melainkan program edukasi pada nasabah terkait pengubahan PIN kartu debit/ATM Bank Mandiri.

Mayang Essa/TribunJatim.com
Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri Jemursari Surabaya tampak Ramai Antrean nasabah akibat Kartu ATM Error, Jumat (8/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tidak ada aturan baku bagi nasabah sebuah bank untuk mengubah PIN Kartu Debit/ATM. Namun demi keamanan, hal tersebut wajib dilakukan secara berkala.

Regional Operation Head Bank Mandiri Region VII, Abdul Rasyid, mengatakan nasabah sebaiknya melakukan pergantian PIN secara berkala. Baik satu bulan sekali ataupun satu tahun sekali.

"Senyamannya nasabah saja, yang penting melakukan pergantian berkala. Terlebih jika PIN tersebut sempat diketahui oleh pihak lain," ujarnya saat dibubungi Surya, Sabtu (9/5/2020).

Hal itu disampaikan Abdul Rasyid saat ia dimintai keterangan perihal nasabah Bank Mandiri yang ramai mendatangi kantor cabang beberapa hari lalu lantaran mengalami ATM eror.

Menurut Abdul Rasyid, kejadian itu sebenarnya bukan ATM eror, melainkan program edukasi pada nasabah terkait pengubahan PIN kartu debit/ATM Bank Mandiri.

Kejadian seperti ini tentunya tidak dialami oleh semua nasabah.

Hanya sebagian dari mereka yang dipilih langsung lewat sebuah sistem oleh pihak manajemen.

"Mereka dimasukkan dalam program pengubahan PIN karena biasanya nasabah tersebut jarang mengubah PIN. Padahal itu bertujuan untuk menjaga keamanan nasabah," tutur Abdul Rasyid.

Sehingga, lanjut Abdul Rasyid, bagi nasabah yang tidak pernah mengubah PIN sejak membuat kartu hingga sekarang, secara otomatis akan diminta untuk mengganti PIN saat berada di mesin ATM.

Abdul Rasyid menerangkan, sebenarnya cara mengganti PIN secara mandiri melalui mesin ATM cukup mudah.

Hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan, memasukkan data pribadi, kemudian mengganti PIN.

"Hanya saja, terjadinya error berujung pemblokiran ini terjadi karena nasabah sempat melakukan kesalahan atau tidak teliti dalam memasukkan data," jelasnya.

Atas kejadian yang membuat banyak nasabah merasa tidak nyaman ini, pihak Bank Mandiri meminta maaf.

"Hal itu kemudian mendorong kami untuk memperbaiki sistem dan penanganan antrean agar tidak terjadi lagi di masa datang," pungkasnya. (akira tandika)

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved