BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau di Jatim Tetap Jatuh di Bulan Mei, Meski Hujan Masih Turun Saat Ini

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi menerangkan hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir hanya selingan sebelum musim kemarau tiba.

david yohanes
ILUSTRASI. BMKG perkirakan musim kemarau tahun ini akan jatuh mulai bulan Mei 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi musim kemarau tahun 2020 tidak akan mundur ke bulan Juni. Awal musim kemarau tetap akan jatuh pada Mei.

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi menerangkan hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir hanya selingan sebelum musim kemarau tiba.

Hal ini, disebabkan tingginya suhu muka air laut di perairan Jawa Timur.

“Ditambah panas di daratan sehingga penguapan cukup massif,” ucap Rendy, Senin (11/5/2020).

Dia menyebut kurangnya atmosfer mendukung terbentuknya awan secara langsung terutama saat malam hari.

Maka wajar, kata dia, apabila hujan turun dalam periode sore sampai malam hari.

Rendy mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih basah dibandingkan 2019.

Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan ada sebagian kabupaten/kota yang mengalami kemarau di atas normal atau lebih kering.

“Prediksinya memang akan ada hujan dan tidak sekering tahun lalu,” ucap dia.

BMKG memperikirakan puncak musim kemarau akan berlangsung pada bulan Agustus sampai September.

Sebelumnya, BMKG merilis awal musim kemarau tahun 2020 yang biasanya jatuh pada bulan Maret-April mundur pada Mei.

Mundurnya musim kemarau ini adalah pengaruh dari peralihan angin Barat (monsun Asia) menjadi angin Timur (monsun Australia).

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved