Dari Blitar Hingga Kenya Afrika, Virus Corona Menginspirasi Penata Gaya Rambut dan Seniman Batik

Dari Blitar Hingga Kenya Afrika, Virus Corona Menginspirasi Penata Gaya Rambut dan Seniman Batik

Editor: eko darmoko
Citizen TV Kenya via Oddity Central
Model rambut yang terinspirasi virus corona di Kibera, daerah kumuh terbesar di Kenya, dan menjadi tren di tengah wabah. 

Mereka dilatih membatik. Ada yang mengalami kekurangan fisik, seperti cuma punya satu tangan, ada yang tuna rungu, tuna wicara, bahkan juga cacat mental.

Namun, sejak munculnya wabah virus corona, para difabel yang dibina oleh Rita Sukirni, tokoh masyarakat setempat itu, membuat motif batik dengan gambar virus corona.

Caranya, tetap sama seperti yang biasa mereka lakukan selama ini atau yang sudah dikenal dengan nama batik percik.

Sebab, untuk membatiknya, mereka bukan pakai canting--pada umumnya orang membatik.

Namun, pewarnanya diciprat-cipratkan (dipercikkan) ke kain yang akan dibatik dengan menggunakan puas.

"Meski baru pertama membuatnya, namun mereka tak mengalami kesulitan. Sebab, mereka sudah punya dasar, sehingga cuma butuh belajar sehari," ujar Rita ditemui di rumah produksi, Selasa (7/4/2020).

Seperti yang dilakukan Sujoko (28), difabel yang cuma punya satu tangan sebelah kanan.

Saat ditemui, ia dengan cekatan membuat gambar lingkaran di kain yang akan dibatik.

Diameternya sekitar 10 cm. Lingkaran itu dipakai buat mengambar bentuk virus corona.

Setelah digambar, Sujoko yang asal desa setempat itu, baru membatiknya.

Motif warnanya tak cuma satu, melainkan ada banyak pilihan, di antaranya warna kuning, merah, biru, putih, dll.

"Biar ada pilihan, kami membuat motifnya tak cuma satu. Paling tidak, menggoda pembeli agar tak beli cuma satu motif," papar Sujoko.

Untuk difabel seperti Sujoko, meski baru setahun belajar membatik namun kemampuannya sudah lumayan.

Sebab, sehari saja dia mampu menghasilkan empat potong kain. Itu dengan ukuran panjang 205 cm dengan lebar 115 cm atau seukuran baju orang dewasa.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved