Virus Corona di Batu

Disparta Kota Batu Fokus Rawat Situs di Tengah Pandemi Covidd-19,Kegiatan Eksvakasi Tetap Jalan

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Situs Pendem. Situs yang ditemukan pada akhir 2019 ini menjadi temuan yang sangat penting bagi Kota Batu.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ILUSTRASI - Wicaksono (baju abu-abu) saat memberikan keterangan kepada jurnalis di lokasi penggalian Situs Pendem, Minggu (16/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATUDinas Pariwisata Batu fokus melakukan pemeliharaan terhadap keberadaan situs-situs cagar budaya di Kota Batu selama masa pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Batu, Imam Suryono menerangkan, sektor pariwisata memang menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah virus corona jenis baru yang mengakibatkan Covid-19 ini.

"Sejumlah pertunjukkan tidak bisa digelar tahun ini, namun kami akan konsen terhadap pelestarian cagar budaya yang ada di Kota Batu,” terang Imam.

Pelestarian itu seperti melakukan pemagaran dan pembuatan atap peninggalan cagar budaya.

Selain itu, sebagian besar anggaran juga banyak yang dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Meski begitu, bukan berarti program-program untuk mengembangkan pariwisata berhenti.

"Dampak dari Covid-19, Disparta dan OPD lainnya harus melakukan pergeseran atau realokasi dan refocusing anggaran. Untuk Disparta total pergeseran anggaran yang digunakan untuk pencegahan Covid-19 sekitar Rp 4,5 miliar," ujar Imam.

Jumlah tersebut diungkap Imam meliputi pengurangan dari anggaran DAK Non Fisik yang dipotong 50 persen dari total Rp 1,1 miliar.

Kemudian hasil recofusing untuk belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp 1,7 miliar dan tambahan realokasi sebesar Rp 1,6 miliar.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Situs Pendem. Situs yang ditemukan pada akhir 2019 ini menjadi temuan yang sangat penting bagi Kota Batu.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved