Breaking News:

Hari Raya saat Wabah Virus Corona, Menteri Agama Imbau Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Hari Raya saat Wabah Virus Corona, Menteri Agama Imbau Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah Saja

shutterstock
ILUSTRASI 

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19 pada Bulan Ramadan ini, Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk melaksanakan segala kegiatan ibadah di rumah saja.

Ibadah di rumah dimaksudkan agar memutus mata rantai penularan virus corona yang bisa saja terjadi di tempat umum, atau di tempat yang banyak orang berkerumun.

Ibadah ini salah satunya adalah salat tarawih. Kementerian Agama mengimbau warga untuk menjalankan salat tarawih di rumah.

Lantas, mana yang lebih afdol pelaksanaan Salat Tarawih di masjid atau di rumah?

Berapa rakaat yang harus dikerjakan?

Dosen Aqidah dan Filsafat Islam sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Surakarta, Dr Syamsul Bakri mengatakan bahwa salat tarawih dapat dilakukan di masjid maupun di rumah.

"Tarawih boleh di masjid, boleh di rumah. Boleh jemaah, boleh sendiri. Di saat pandemi virus corona seperti ini, sebaiknya tarawih di rumah," kata Syamsul saat dihubungi, Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Adapun dasar hukum salat tarawih terdapat dalam suatu hadis dari Abu Hurairah.

"Rasulullah saw menggemarkan agar menghidupkan bulan Ramadan bukan dengan perintah wajib lalu Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang menghidupkan bulan Ramadan atas dasar iman yang teguh karena Allah, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (H.R.Muslim).

Jumlah rakaat

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved