Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kopi BTS Jadi Unggulan Desa Sumberejo Binaan Fapet Unisma

Desa yang berada di lereng Gunung Semeru yag merupakan binaan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Islam Malang (Unisma) itu kini memiliki keunggul

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Produk kopi BTS buatan poktan di Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang kini memiliki produk unggulan kopi BTS (Bromo Tengger Semeru).

Desa yang berada di lereng Gunung Semeru yag merupakan binaan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Islam Malang (Unisma) itu kini memiliki keunggulan di bidang peternakan dan pertanian.

Fapet melakukan pendampingan bersama mahasiswa selama dua tahun sejak 2018.

Di mana Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Peternakan mendapat Hibah Kompetisi Program Hibah Bina Desa (PHBD) dari Kemenristek Dikti.

Masyarakat di sana banyak yang menanam kopi robusta. Sedang kulit kopinya dipakai untuk pakan ternak.

"Pendampingan mahasiswa Fapet sangat membantu kami. Mulai dari pengolahan kopi yang benar dan higines, packaging dan pemasaran," jelas Deni Nasareh, Ketua Poktan Santoso 2, Kamis (14/5/2020).

Saat ini, mereka sudah dapat melakukan pengolahan sendiri karena telah mendapat pelatihan-pelatihan dan mendapat bantuan alat roasting kopi dari Unisma.

Produk kopi BTS sekarang sudah menjadi produk unggulan desa.

Misalkan diikutkan kegiatan pameran mewakili desa bahkan kecamatan yang diadakan oleh pemerintah, asosiasi kopi maupun penggiat kopi.

Sebelumnya, hasil kopi dijual dalam bentuk gelondongan sehingga harga murah. Hal ini karena belum ada pembinaan pengolahan kopi supaya berkualitas dan berdaya saing.

Dekan Fapet Unisma Dr Ir Inggit Kentjonowaty MP menambahkan Fapet sudah siap jika kampus merdeka harus diimplementasikan segera.

“Kami sudah memiliki beberapa desa binaan salah satunya adalah Desa Sumberejo sehingga kami sangat siap memberikan sarana untuk penguatan soft skill mahasiswa melalui Program Karya Desa," kata Inggit.

Diharapkan program ini dapat membangun ekonomi rakyat dan meningkatkan interaksi dan kecerdasan sosial mahasiswa akan semakin terasah.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved