Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Produsen Carang Mas Tulungagung Mencoba Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Corona

Carang mas atau walangan termasuk jajanan yang banyak diproduksi warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Produksi jajanan carang mas atau walangan di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. 

"Ada yang memasang harga lebih murah. Akhirnya saya juga menurunkan harga."

"Awalnya seharga Rp 18.000 per bal. Sekarang harganya hanya Rp 16.500 per bal," sambung Sutrisno.

Saat menjelang Lebaran tahun lalu, Sutrisno mempekerjakan sampai 30 orang.

Karena penurun kapasitas produksi, saat ini hanya 10 pekerja yang tersisa.

Sementara ada delapan sales yang biasa menjajakan dari rumah ke rumah juga berhenti.

Produk yang diberi nama Cayla ini juga banyak dititipkan ke toko atau kios oleh-oleh.

Tidak ada lagi pemesan yang melakukan pembelian langsung.

Namun Sutrisno belum bisa menghitung persentase produk yang terbeli.

"Karena dititipkan, saya harus sering mengecek produk yang tidak laku."

"Sekiranya sudah rusak atau mendekati kedaluwarsa, saya ambil, dan saya ganti dengan produk yang baru," tuturnya.

Produk carang mas Cayla dipasarkan di wilayah Tulungagung sampai di wilayah perbatasan Kediri.

Ayah dua anak ini berharap pandemi virus corona lekas berakhir, sehingga situasi kembali normal.

Dengan demikian usahanya bisa mempekerjakan banyak orang, dan meraih keuntungan seperti sebelumnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved