Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Mucikari Asal Bandung Ditangkap di Surabaya, Jalankan Prostitusi Online di Tengah Ramadan

Terbongkarnya kasus porstitusi online itu bermula saat anggotanya menemukan sebuah akun yang menawarkan jasa layanan seks melalui aplikasi mi chat

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Firman Rachmanudin
Tujuh Tersangka mucikari Saat di Mapolrestabes Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tujuh mucikari asal kota kembang, Bandung, Jawa Barat ditangkap subnit Vice Control (VC) Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di salah satu hotel, Sabtu (25/4/2020) lalu.

Tujuh mucikari itu ditangkap lantaran terbukti melakukan bisnis porstitusi online di Surabaya.

Ke tujuh mucikari itu adalah Edwin Mariyanto alias Edwin (21) dan Aziz Haryanto (27), warga Jalan Asep Berlian Gang Saluyu, Kecamatan Cibeunying Kidul Bandung, Selvia Andriani (29), Kampung Rancalame, Kelurahan Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang Bandung, Akmal Muyassar Rahman alias Akmal (19), warga Sindangsari III, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani Bandung, Diah Nuraeni (24), warga Jalan Baranang Siang, Kelurahan Kebonpisang, Kecamatan Sumur Bandung, Dadan (20), warga Bandung dan Edi Wiyono (30), warga Trenggalek.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan jika terbongkarnya kasus porstitusi online itu bermula saat anggotanya menemukan sebuah akun yang menawarkan jasa layanan seks melalui aplikasi mi chat.

"Sistemnya tersangka ini menawarkan jasa layanan seks melalui mi chat. Ketika ada pelanggan yang chat ke akun mi chat mereka menawarkan korban melalui foto berikut rate tarif layanan seksnya," kata Agung, Kamis (14/5/2020).

Para muncikari itu ditangkap di sebuah hotel kawasan Surabaya Timur.

Untuk tarif, sekali kencan, tersangka mematok harga antara 500 hingga 800 ribu rupiah dan mengambil untung 20 hingga 30 persen dari hasil yang didapatkan.

"Sehari bisa 4 sampai 5 pelanggan. Satu tersangka memiliki satu anak buah," tandasnya.

Tujuh muncikari asal Bandung yang dibongkar aksinya oleh unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, ternyata sudah seminggu tinggal di sebuah hotel kawasan Surabaya Timur sebelum tertangkap.

Para muncikari itu menyediakan jasa prostitusi online melalui aplikasi mi chat.

Dari keterangan para tersangka, aksi itu dilakukan para muncikari tersebut sudah lebih dari enam bulan lalu.

Setiap bulannya, mereka berpindah tempat menyasar kota-kota besar di antaranya, Surabaya,Jakarta, Bandung, Bali dan Makassar untuk menawarkan para korban layani jasa seks.

(Firman Rachman) 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved