Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Lakukan Tahapan Rapid Test Terhadap Pedagang

Tes cepat atau rapid test kali ini dilakukan terhadap para pedagang yang mobilitasnya antar wilayah maupun luar kota.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu Kota, M Chori. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu mulai melakukan tahapan tes cepat masal, Selasa (19/5/2020).

Tes cepat atau rapid test kali ini dilakukan terhadap para pedagang yang mobilitasnya antar wilayah maupun luar kota.

Totalnya ada 82 pedagang sayur yang menjalani tes cepat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori menjelaskan dari 82 orang yang menjalani tes cepat, satu orang di antaranya mengeluarkan hasil reaktif atau positif.

Tes cepat kali ini dilakukan di Desa Gunungsari, Punten, Sumberbrantas, dan Kelurahan Ngaglik.

"Hari ini tes cepat bagi pedagang sayur yang mengirim ke luar kota jumlahnya ada 82 orang dengan hasilnya 81 non reaktif dan 1 orang reaktif," ujar Chori, Selasa (19/5/2020).

Bagi yang hasil tesnya reaktif, Chori mengatakan agar yang bersangkutan akan menjalani isolasi mandiri dengan pemantauan dari tim medis serta dijadwal untuk tes swab.

Sejauh ini, tidak ada pedagang sayur di Kota Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah adanya tahapan tes cepat.

“Belum ada yang dinyatakan positif, baru reaktif berdasarkan hasil tes cepat sehinga perlu dilanjutkan swab. Kebetulan untuk jadwal swab masih menyesuaikan dengan lab rujukan, mengingat kapasitas lab juga terbatas,” kata Chori.

Sehari sebelumnya ada 78 orang petani sekaligus pedagang sayur yang telah menjalani tes cepat di lima desa yaitu Desa Beji, Torongrejo, Tulungrejo, Giripurno dan Oro-oro Ombo. Hasilnya ada  72 orang dinyatakan non reaktif dan 6 orang reaktif.

Pembaharuan data Covid-19 di Kota Batu per 19 Mei 2020 menunjukkan bahwa angka terkonfirmasi positif Covid-19 masih stagnan di angka akumulatif 7 orang. 2 orang dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia dan 4 orang dalam perawatan.

Sementara orang dalam risiko (ODR) jumlahnya 2162 yang terdiri atas 360 orang dalam pemantauan dan 1802 selesai pemantauan. Orang tanpa gejala (OTG) jumlahnya ada 229 yang terdiri atas 42 orang dalam penatauan dan 187 orang selesai pemantauan.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 60 orang yang terdiri atas 14 orang dalam pengawasan dan 41 orang selesai pengawasan. Ada 5 orang PDP di Kota Batu yang tercatat meninggal dunia.

Terakhir, orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya ada 274 yang terdiri atas 54 orang dalam pemantauan dan 220 orang selesai pemantauan. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved