Breaking News:

Kesehatan

Hydroxychloroquine Diklaim Bisa Sembuhkan Covid-19, Donald Trump Mengonsumsinya, Tapi Ada Efeknya

Hydroxychloroquine Diklaim Bisa Sembuhkan Covid-19, Donald Trump Mengonsumsinya, Tapi Ada Efeknya

Editor: eko darmoko
Sonis Photography
Hydroxychloroquine 

Riset mengenai Hydroxychloroquine

Selain efek samping yang berbahaya, penggunaan hydroxychloroquine belum mengalami uji coba secara mendalam.

Pada studi in vitro atau uji coba pada media buatan menunjukan obat tersebut memang berpotensi mengatasi virus corona.

Namun, Duggal mengatakan riset trsebut bermasalah karena sifatnya retrospektif atau belum memiliki kontrol yang baik.

"Kami tidak memiliki kontrol yang baik terhadap faktor-faktor lain untuk memastikan manfaat positif obat tersebut," ucap Duggal.

Nissen juga mengatakan, hasil uji klinis mengenai hydroxychloroquine belum menuai hasil yang menjanjikan.

"Bahkan ada satu penelitian menemukan penggunaan hydroxychloroquine untuk pasien Covid-19 bisa meningkatkan angka kematian," ucap Nissen.

Oleh karena itu, Nissen merekomendasikan agar kita berhati-hati dengan penggunaan Hydroxychloroquine sampai ada penelitian komprehensif mengenai manfaatnya.

Duggal dna Nissen pun menyarankan agar menghentikan penggunaan hydroxychloroquin untuk mengatasi Covid-19.

Pasalnya, ada banyak hal yang belum diketahui mengenai manfaat dan efek samping obat tersebut.

"Tidak ada data yang mendukung penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan atau mengatasi Covid-19," kata Dr Duggal.

Selain itu, efek samping serius mengenai penggunaan hydroxychloroquine memerlukan perhatian yang serius.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved