Breaking News:

Kesehatan

Apakah Virus Corona Berasal dari Alam Atau Buatan Manusia? Simak Hasil Penelitian Berikut Ini

Sebuah kajian menyebutkan bahwa virus corona 100 persen secara alami berasal dari alam. Virus corona penyebab penyakit Covid-19 bukan buatan manusia

Shutterstock
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 di udara. 

Namun, 4 persen itu berarti sama dengan ada 1.200 titik asam amino yang berbeda antara SARS-CoV-2 dengan virus corona pada kelelawar tapal kuda dari Yunnan.

Jika asumsinya, virus corona adalah buatan manusia, artinya ada manusia yang mengubah 1.200 titik asam amino pada SARS-CoV-2.

"Artinya, kalau manusia merekayasa (SARS-CoV-2) akan ada tag-nya dan bisa di-tracking."

"Jadi kalau misalnya sudah ada yang diubah, kemudian ingin merekayasa titik yang berikutnya, nah yang sudah diubah harus saya beri semacam label."

"Nah, penambahan label itu bisa terlihat," jelas Ahmad.

Setelah diselidiki, penambahan "label" atau rekam jejak dari manusia nihil.

"Kita enggak temukan label itu. Dari ujung ke ujung enggak ada label tambahan. Karena kita (peneliti) tahu anatomi coronavirus secara umum seperti apa," ungkapnya.

Dari nalar inilah, peneliti memastikan bahwa virus corona SARS-CoV-2 bukan buatan manusia.

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved