Virus Corona di Surabaya

Insiden Pasien Covid-19 Pukul Sesama Pasien Seruangan di RSUD dr Soetomo, Diduga Faktor Jenuh

Pasien covid-19 tersebut mengamuk hingga bertindak brutal, diduga karena terlalu jenuh saat menjalani isolasi.

Kompas.com
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Insiden pemukulan pasien Covid-19 yang dilakukan oleh sesama pasien dalam satu ruangan isolasi terjadi di RSUD dr Soetomo, Kamis (21/5/2020).

Terkait hal itu, pihak Rumah Sakit dr Soetomo mengkonfirmasi bahwa, pasien Covid-19 yang melakukan pemukulan, diduga juga mengalami gangguan jiwa, kini ruangannya sudah dipindahkan dari ruang Irna Bedah F.

Humas RSUD dr Soetomo Pesta Parulian Manurung mengatakan pemindahan pasien ke ruang lain berlangsung pada Jumat (22/5/2020) pagi sekira pukul 00.30 WIB.

"Sudah dipindahkan di ruangan Gladiol lantai 2 sekira jam setengah 1 (Jumat pagi)," kata Pesta saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Di ruang Gladiol, kata Pesta, pasien tersebut kini tak lagi bergabung dengan kelompok pasien lain yang juga menjalani isolasi Covid-19.

"Iya sendirian. Sendirian sampai kami nanti bisa mendapatkan satu rekomendasi dari dokter psikiaternya," ucapnya.

Sementara saat disinggung, apakah benar pasien tersebut mengalami gangguan jiwa, Pesta menuturkan, pasien tersebut mengamuk hingga bertindak brutal, diduga karena terlalu jenuh saat menjalani isolasi.

Menurut Pesta, kejenuhan itu muncul sebab pihak keluarga yang bersangkutan kurang memperhatikan selama pasien tersebut selama berada di rumah sakit.

"Jadi setiap pasien yang menjalani isolasi mempunyai tingkat stres berbeda-beda. Itu bisa karena mereka sedang jauh keluarga. Nah masing-masing pasien punya daya tahan berbeda-beda pula, timbullah miss komunikasi antara pasien tersebut dengan pasien lainnya yang juga mempunyai privasi hingga terjadi pemukulan," ungkap Pesta.

"Mungkin dia juga tidak melihat satu peran dari keluarga sehingga dia lebih tertekan kalau pasien lain kan ada yang nganter makanan," imbuh dia.

Sementara salah satu keluarga pasien Covid-19 yang melaporkan insiden pemukulan itu, membenarkan jika keadaan ayahnya sekarang sudah aman.

"Sudah aman, karena pasien yang mukuli ayah saya sudah dipindah di ruang Gladiol Lantai 2," tutupnya.

(Tony Hermawan)

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved