PSBB Malang Raya

Update PSBB Malang Raya 23 Mei 2020: Petugas Check Poin Belum Dapat Uang Lelah & Marak Travel Gelap

Berikut update PSBB Malang Raya hari ini Sabtu 23 Mei 2020 yang sudah berhasil dirangkum tim SURYAMALANG.

KOLASE SURYAMALANG.COM
Ilustrasi situasi check poin selama PSBB Malang Raya 

Sebuah kendaraan minibus ketahuan membawa penumpang berasal dari Bali menuju Kabupaten Malang.

Kendaraan travel berkedok kendaraan pribadi itu diamankan ketika melewati posko check point rest area tol jalur Dengkol, Singosari, Kabupaten Malang.

Pada 21 Mei 2020, kendaraan travel berasal dari Semarang juga ketahuan selundupkan pemudik via jalur Kecamatan Malang.

Kendaraan mini bus terpaksa mengurungkan niatnya masuk ke Kabupaten Malang setelah ketahuan petugas di posko check point Kecamatan Lawang.

"Ketiga kendaraan tersebut total membawa 18 penumpang. Semuanya tujuannya mudik," jelas pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Hendri menambahkan, seluruh penumpang telah dijemput oleh keluarga masing-masing saat diamankan di Posko Satgas Covid-19 Pendapa Panji, Kepanjen.

Sedangkan para supir telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Penumpang seluruhnya berada dalam kondisi sehat. Keluarganya kami suruh menjemputnya," ungkap Hendri.

Terkait penindakan, ketiga travel berkedok kendaraan pribadi itu dikenakan sanksi tilang.

"Semua kendaraan kami amankan, dan kami melakukan penindakan sebagaimana UU 22 tahun 2009 pasal 308 Jo pasal 137 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," beber Hendri. 

3. Aturan Pembatasan PSBB Kota Malang Diabaikan, Pemkot Malang Akan Perketat Pengawasan Pasar

Kegiatan pasar pagi di Kota Batu selama berlangsungnya PSBB, Rabu (20/5/2020).
Kegiatan pasar pagi di Kota Batu selama berlangsungnya PSBB, Rabu (20/5/2020). (SURYAMALANG.COM/Benni Indo)

Pemkot Malang akan perketat pengawasan dan penjagaan di Pasar Kebalen.

Pasalnya meski telah diberi garis warna putih sebagai tanda mentaati physical distancing, namun nyatanya banyak pedagang tak patuh.

Berdasarkan pantauan TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) pada Jumat (22/5/2020), masih banyak pedagang pasar tetap berjualan dan tak menghiraukan garis warna putih itu.

"Memang kami akui, pedagang (Pasar Kebalen bagian luar) susah diatur terutama yang PKL. Saat petugas sedang beristirahat, mereka melanggar jarak tersebut," ujar Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto kepada TribunJatim.com.

Oleh karena itu, pihaknya akan memerintahkan petugas untuk terus memantau.

"Petugas Wastib akan siap berjaga mulai jam 02.00 WIB. Mereka akan menata PKL yang baru datang," tambahnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, PKL Pasar Kebalen tidak memakai konsep ganjil genap tetapi berjarak.

Namun pedagang yang berada di dalam pasar menerapkan sistem tersebut. Di mana total ada sekitar 600 pedagang yang terdata berjualan di dalam Pasar Kebalen.

(Mohammad Erwin/Kukuh Kurniawan/Frida Anjani/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved