PSBB Malang Raya

Update PSBB Malang Raya 23 Mei 2020: Petugas Check Poin Belum Dapat Uang Lelah & Marak Travel Gelap

Berikut update PSBB Malang Raya hari ini Sabtu 23 Mei 2020 yang sudah berhasil dirangkum tim SURYAMALANG.

KOLASE SURYAMALANG.COM
Ilustrasi situasi check poin selama PSBB Malang Raya 

SURYAMALANG.COM - Berikut update PSBB Malang Raya hari ini Sabtu 23 Mei 2020 yang sudah berhasil dirangkum tim SURYAMALANG.

Sejak Minggu (17/5/2020) peraturan PSBB Malang Raya yang meliputi daerah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu telah resmi diberlakukan.

Sudah hampir satu minggu pemberlakukaan PSBB Malang Raya, jalanan hingga tempat umum di sekitar daerah Malang Raya masih terlihat ramai dan padat masyarakat.

Update PSBB Malang Raya 23 Mei 2020: Petugas Check Poin Belum Dapat Uang Lelah & Marak Travel Gelap
Update PSBB Malang Raya 23 Mei 2020: Petugas Check Poin Belum Dapat Uang Lelah & Marak Travel Gelap (Kompas.com)

Sementara di sisi lain, petugas check poin di Kabupaten Malang ternyata belum menerima uang lelah sejak 24 April 2020 lalu. 

Tak hanya itu, dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya, aksi travel gelap yang membawa pemudik luar kota menuju Malang menjadi marak. 

Pelaksanaan PSBB Malang Raya sendiri secara umum diartikan sebagai pembatasan pergerakan manusia untuk mengurangi dampak penularan virus corona atau Covid-19 di daerah Malang Raya. 

PSBB Malang Raya sendiri mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan phisical distancing, menggunakan masker, selalu mencuci tangan, beradadi rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Selengkapnya, langsung saja simak update PSBB Malang Raya hari ini yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM.

1. Petugas Jaga Check Point Kabupaten Malang Belum Dapat Uang Lelah Sejak 25 April 2020

Pemeriksaan kendaraan di pos Graha Kencana, Kota Malang di hari kedua PSBB Malang Raya, Senin (18/5/2020).
Pemeriksaan kendaraan di pos Graha Kencana, Kota Malang di hari kedua PSBB Malang Raya, Senin (18/5/2020). (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Petugas jaga di posko check point perbatasan Kabupaten Malang belum mendapat upah sejak 25 April 2020 atau sejak penerapan posko check point.

"Tapi saya mendapat informasi jika upah para petugas akan segera dibayarkan," ujar AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (22/5/2020) malam.

Menurut Hendri, petugas jaga posko check point punya andil besar dalam menjalankan PSBB Malang Raya.

Petugas berperan mulai dari penyekatan wilayah sampai memaksa pemudik bandel putar balik agar tidak bisa masuk Kabupaten Malang.

Para petugas juga bekerja selama 24 jam penuh secara shift.

"Karena kerja para petugas itu sangat melelahkan. Mereka harus mengecek semua kendaraan. Satu hari bisa mengecek sampai 2.000 kendaraan," beber Hendri.

Sementara itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi menerangkan keterlambatan pemberian uang lelah itu karena masalah administrasi.

"Beda persepsi saja dalam administrasinya," kata Sanusi.

Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati mengupayakan uang lelah itu bisa cair sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Wahyu menambahkan dana upah lelah petugas jaga mencapai Rp 378 juta untuk 28 hari.

"PSBB Kabupaten Malang diupayakan 14 hari. Setiap petugas dapat uang lelah sebesar Rp 100.000, dan uang makan Rp 35.000," jelas Wahyu.

Wahyu menuturkan jika dana itu diambil dari dana belanja tidak terduga.

"Skema pencairannya melalui Dinkes. Jadi dari Dinkes kemudian diserahkan kepada Polres Malang," terang Wahyu.

2. Travel Gelap Angkut Pemudik Mulai Masuk Kabupaten Malang

Tiga kendaraan travel berkedok kendaraan pribadi diamankan Polres Malang sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Jumat (22/5/2020)
Tiga kendaraan travel berkedok kendaraan pribadi diamankan Polres Malang sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Jumat (22/5/2020) (SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin)

Tiga kendaraan travel berkedok kendaraan pribadi diamankan Polres Malang sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menerangkan tiga kendaraan tersebut membawa penumpang yang hendak mudik tujuan Kabupaten Malang dan sekitarnya.

"Kami amankan dari tiga check poin di Kabupaten Malang. Saat diberhentikan petugas, kemudian dilakukan pemeriksaan ternyata bawa orang mudik," ujar Hendri saat gelar rilis di halaman Polres Malang, Jumat (22/5/2020).

Secara kronologis Hendri menjelaskan, kendaraan travel yang pertama diamankan berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

Mobil tipe mini bus itu ketahuan membawa penumpang di posko check point Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang pada 13 Mei 2020.

"Setelah diperiksa ternyata tujuannya mudik ke Kabupaten Tulungagung. Motifnya berkedok kendaraan pribadi," kata Hendri.

Selang beberapa hari, yakni pada 15 Mei 2020, petugas kepolisian menemukan modus mudik serupa.

Sebuah kendaraan minibus ketahuan membawa penumpang berasal dari Bali menuju Kabupaten Malang.

Kendaraan travel berkedok kendaraan pribadi itu diamankan ketika melewati posko check point rest area tol jalur Dengkol, Singosari, Kabupaten Malang.

Pada 21 Mei 2020, kendaraan travel berasal dari Semarang juga ketahuan selundupkan pemudik via jalur Kecamatan Malang.

Kendaraan mini bus terpaksa mengurungkan niatnya masuk ke Kabupaten Malang setelah ketahuan petugas di posko check point Kecamatan Lawang.

"Ketiga kendaraan tersebut total membawa 18 penumpang. Semuanya tujuannya mudik," jelas pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Hendri menambahkan, seluruh penumpang telah dijemput oleh keluarga masing-masing saat diamankan di Posko Satgas Covid-19 Pendapa Panji, Kepanjen.

Sedangkan para supir telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Penumpang seluruhnya berada dalam kondisi sehat. Keluarganya kami suruh menjemputnya," ungkap Hendri.

Terkait penindakan, ketiga travel berkedok kendaraan pribadi itu dikenakan sanksi tilang.

"Semua kendaraan kami amankan, dan kami melakukan penindakan sebagaimana UU 22 tahun 2009 pasal 308 Jo pasal 137 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," beber Hendri. 

3. Aturan Pembatasan PSBB Kota Malang Diabaikan, Pemkot Malang Akan Perketat Pengawasan Pasar

Kegiatan pasar pagi di Kota Batu selama berlangsungnya PSBB, Rabu (20/5/2020).
Kegiatan pasar pagi di Kota Batu selama berlangsungnya PSBB, Rabu (20/5/2020). (SURYAMALANG.COM/Benni Indo)

Pemkot Malang akan perketat pengawasan dan penjagaan di Pasar Kebalen.

Pasalnya meski telah diberi garis warna putih sebagai tanda mentaati physical distancing, namun nyatanya banyak pedagang tak patuh.

Berdasarkan pantauan TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) pada Jumat (22/5/2020), masih banyak pedagang pasar tetap berjualan dan tak menghiraukan garis warna putih itu.

"Memang kami akui, pedagang (Pasar Kebalen bagian luar) susah diatur terutama yang PKL. Saat petugas sedang beristirahat, mereka melanggar jarak tersebut," ujar Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto kepada TribunJatim.com.

Oleh karena itu, pihaknya akan memerintahkan petugas untuk terus memantau.

"Petugas Wastib akan siap berjaga mulai jam 02.00 WIB. Mereka akan menata PKL yang baru datang," tambahnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, PKL Pasar Kebalen tidak memakai konsep ganjil genap tetapi berjarak.

Namun pedagang yang berada di dalam pasar menerapkan sistem tersebut. Di mana total ada sekitar 600 pedagang yang terdata berjualan di dalam Pasar Kebalen.

(Mohammad Erwin/Kukuh Kurniawan/Frida Anjani/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved