Virus Corona di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Imbau Masyarakat Jatim Tidak Buru-Buru Kembali ke Jakarta

Imbauan Sesuai dengan apa yang diinstruksikan pemerintah pusat untuk meminimalisasi adanya klaster baru atau gelombang baru di DKI Jakarta

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (15/5/2020) malam. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jatim agar menahan sementara waktu untuk tidak kembali ke Jakarta mengingat tingginya kasus positif Covid-19 di Ibu Kota.

"Yang kemarin sempat mudik ke berbagai daerah di Jatim, jangan dulu kembali ke Jakarta. Seleseikan observasi dan sampai dinyatakan sehat dengan menunjukkan hasil rapid tes dan PCR tes. Sebaiknya tunggu situasi berangsur normal," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (26/5/2020).

Imbauan tersebut, lanjut Khofifah, sesuai dengan apa yang diinstruksikan pemerintah pusat untuk meminimalisasi adanya klaster baru atau gelombang baru di DKI Jakarta

"Episentrum penyebaran Covid-19 ada di Jakarta, jangan sampai terjadi ledakan pasien positif Covid-19 lagi. Mohon untuk bersabar dan tidak gegabah," kata Khofifah yang juga pernah menjabat sebagai Mensos ini.

Selain itu, DKI Jakarta juga tengah memberlakukan PSBB hingga tanggal 4 Juni 2020 mendatang.

"Kecuali mendesak dan memang urusan dinas, dipersilahkan. Meski demikian semua protokol kesehatan tetap wajib dipenuhi," lanjutnya.

Menurut Khofifah, dengan bermunculannya e-commerce juga membuka banyak peluang usaha dengan pasar yang jauh lebih luas.

Sehingga untuk mencari rezeki tidak harus jauh-jauh ke Jakarta karena dari desa pun bisa memulai bisnis menggunakan e-commerce.

"Pasca munculnya Covid-19, gelombang transformasi bisnis ke ranah daring atau online semakin cepat. Saya yakin jika kita bisa beradaptasi dengan cepat, maka peluang pun semakin besar," imbuhnya.

"Terkait modal, saat ini banyak peluang usaha dengan menjadi reseller atau drop shipper tanpa butuh modal besar," pungkas Khofifah.

(Sofyan Arif Candra)

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved