Virus Corona di Jatim

Kemiskinan dan Minimnya Edukasi Sebabkan Angka Kematian Covid-19 Tinggi di Jatim

Di RSUD dr Soetomo sudah ada 17 pasien meninggal per 5 Mei 2020.Jumlah ini hanya 18 persen dari pasien terkonfirmasi Covid-19 atau PDP yang ada

Dokumentasi Gugus Tugas
ILUSTRASI - Tim tengah memakamkan jenazah pasien virus corona Covid-19 di Karawang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tingginya angka kematian pasien covid-19 di jatim mendapat sorotan para pakar kesehatan, salah satunya tim medis bagian paru RSUD Dr Soetomo.

Dalam Webinar Medtrain yang diadakan Fakultas Kedokteran Universits Airlangga, Staf Medis Ilmu Penyakit Paru RSUD Dr Soetomo, dr Tutik Kusmiati SpP(k) menyebut ada keterkaitan antara faktor ekonomi yang rendah dengan minimnya pengetahuan terkait Covid-19.

Hal ini menyebabkan ledakan jumlah pasien beberapa hari terakhir di Jatim.

"Minimnya pengetahuan menyebabkan pasien datang ke rumah sakit saat mengalami sesak napas sehingga penanganan dan pengobatan menjadi lebih sulit. Pasien rata-rata datang dalam kondisi stadium lanjut ditambah adanya penyakit komorbit membuat angka kematian menjadi lebih tinggi,"urainya.

Berbeda dengan pasien yang berpendidikan yang mengalami batuk,demam hanya satu sampai dua hari langsung datang ke rumah sakit.

Hal ini membuat penanganan pasien lebih cepat dan tidak membutuhkan ventilator.

Sementara itu,satgas Covid 19 RSUD Dr Soetomo, dr Arief Bakhtiar SpP memaparkan kebanyakan pasien dibawa ke rumah sakit memang dalam kondisi yang telah berat.

Dan di rumah sakit pemprov Jatim ini, sudah ada 17 pasien meninggal per 5 Mei 2020.

Jumlah ini hanya 18 persen dari pasien terkonfirmasi Covid-19 atau PDP yang ada di RSUD dr Soetomo.

Sisanya masih dilakukan perawatan ataupun sudah sembuh.

"Yang meninggal dengan usia diatas 40 tahun sebanyak 88 persen, sisanya pasien dibawah 40 tahun dengan penyakit bawaan,"lanjutnya.

Dr Arief memaparkan 50 persen pasien meninggal dalam kondisi memakai ventilator. Sedangkan sisanya tidak memakai ventilator atau memang sedang mengantri ventilator.

"Yang tidak pakai ventilator meninggal gagal nafas, hanya dua orang yang meninggal tanpa gagal nafas,"urainya.

Sejumlah penyakit yang biasanya memperburuk kondisi pasien Covid-19 dikatakan Dr Arief yaitu diabetes, penyakit paru, hipertensi dan obesitas.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved