Berita Malang Hari Ini

Rektor Unisma Tawarkan Kerjasama 4 Program di Konferensi Internasional Online Dengan PT Malaysia

Adapun empat program yang ditawarkan adalah magang, penelitian, pertukaran mahasiswa dan studi/proyek independen.

SURYAMALANG.COM/Humas Unisma
Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Maskuri MSi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Maskuri MSi menawarkan empat program kerjasama dengan perguruan tinggi di Malaysia saat konferensi internasional secara online, Selasa (26/5/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh KUI (Kantor Urusan Internasional) Unisma dengan tema "Merdeka Belajar Kerjasama Riset dan Pemagangan Dengan Perguruan Tinggi di Malaysia".

Acara dipandu oleh Dr Imam Wahyudi, Kepala KUI Unisma.

Dijelaskan rektor, di era pandemi Covid-19 harus tetap berkiprah meski segala aspek kehidupan saat ini sedang "opname".

"Setelah itu, kita harus memenangkannya," kata Maskuri. Ia mendorong para dekan di Unisma menyelenggarakan kegiatan serupa agar bisa terus mengembangkan pendidikan.

Adapun empat program yang ditawarkan adalah magang, penelitian, pertukaran mahasiswa dan studi/proyek independen.

Dikatakan, alasan fokus menggandeng perguruan tinggi Malaysia karena masih serumpun.

Selain itu juga ingin dikuatkan dulu di Asia baru ke benua lainnya.

Narasumber lainnya di kegiatan itu adalah Farid Ma'ruf, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes Indonesia di Malaysia dan perwakilan perguruan tinggi di Malaysia lainnya.

"Saat ini kami juga sedang melakukan perbaikan kurikulum agar ada pembedanya," jelas Maskuri.

Untuk program magang bisa dilakukan di sebuah perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, instansi pemerintah maupun perusahaan usaha rintisan.

"Saya yakin di Malasyia juga melakukan ini. Maka kita bisa saling bertukar," paparnya. Sedang untuk penelitian, bisa join riset.

"Bisa join riset antar mahasiswa atau dosen. Skemanya bisa 50 persen. Sedang untuk dosen, bisa skema 75 persen atau 25 persen sesuai kesepakatan," kata Maskuri.

Sedang program pertukaran mahasiswa bisa untuk mengembangkan kompetensi mereka dengan skema beasiswa.
Misalkan lewat short course, kunjungan muhibah dan membuat FGD sesuai prodi.

Sedang tawaran program keempat yaitu studi/proyek independen bisa mengerjakan topik sosial.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved