Virus Corona di Kediri

Kasus OTG Corona Meningkat, Pemkot Kediri Waspadai Terjadinya Transmisi Lokal

Di balik peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif corona, yang perlu diwaspadai terjadinya penularan transmisi lokal

didik mashudi/suryamalang.com
Petugas medis membawa pasien OTG dari klaster pabrik rokok Tulungagung positif corona dirawat di RSUD Kilisuci, Kota Kediri. 

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Di balik peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif corona, yang perlu diwaspadai terjadinya penularan transmisi lokal yang mengalami peningkatan di Kota Kediri.

Dari 13 kasus terkonfirmasi baru di Kota Kediri, 12 dari klaster pabrik rokok Tulungagung warga Kelurahan Bawang dan Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren serta satu pasien dari Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto.

Sumber penularan para pasien dari klaster pabrik rokok Tulungagung dan satu pasien dari Pojok berasal dari transmisi lokal. Karena mereka tertular oleh pasien di Kota Kediri. Usia pasien ada yang masih remaja sampai lanjut usia.

Dr Fauzan Adhima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri menjelaskan, transmisi lokal ini terjadi untuk kedua kalinya di Kota Kediri.

"Transmisi lokal pertama di Kota Kediri dialami oleh warga Perum Wilis (Kelurahan Pojok) yang menularkan ke suami dan anaknya,” kata dr Fauzan Adhima, Rabu (27/5/2020).

Dijelaskan, dengan semakin banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) atau konfirmasi positif tanpa gejala, maka sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal atau pasien tertular di dalam wilayah Kota Kediri.

Orang yang membawa virus tidak merasa dirinya sakit sehingga bebas bepergian meski hanya di dalam kota lalu menularkan kepada yang lain.

“Adanya transmisi penularan lokal, maka diimbau kembali seluruh masyarakat Kota Kediri untuk lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan,” saran dr Fauzan.

Protokol kesehatan tersebut yaitu tetap di rumah, pilihan yang paling mudah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Ketika kelaziman baru atau new normal akan diterapkan, maka harus semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah untuk hal-hal yang perlu.

“Kalau keluar rumah harus pakai masker, jaga jarak, dan sesering mungkin cuci tangan dengan sabun. Kalo masyarakat tidak disiplin maka siap-siap akan tertular,” tambah Fauzan.

Pasien terkonfirmasi positif dan tanpa gejala sebetulnya bisa melakukan karantina mandiri di rumah.

Karena kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, maka Pemkot Kediri memindahkannya ke RSUD Kilisuci, rumah sakit khusus untuk isolasi bagi pasien Covid-19.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved