Nasional

Apakah Indonesia Terlalu Dini Menerapkan New Normal pada Juni Mendatang? Ini Penjelasan Pakar

Pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 belum berakhir di Indonesia, bahkan puncak pandemi pun masih menjadi perdebatan.

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 belum berakhir di Indonesia, bahkan puncak pandemi pun masih menjadi perdebatan.

Beberapa negara sudah menjalankan normal baru atau New Normal, bagaimana cara hidup berdampingan dengan Covid-19.

Di Indonesia, New Normal tengah diperbincangkan selama beberapa minggu belakangan.

New Normal segera dilakukan dengan protokol pada masing-masing aspek.

Dalam sebuah timeline yang masih dirancang dan telah beredar luas, penerapan New Normal ini kemungkinan besar akan dimulai pada awal Juni.

Apakah awal Juli dirasa terlalu cepat untuk implementasi New Normal?

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan bahwa cepat atau tidaknya New Normal diberlakukan tergantung pada evaluasi.

"Kita belum evaluasi (kasus Covid-19 akhir-akhir ini). Jadi, kita tidak bisa berkata ini terlalu cepat atau tidak," kata Pandu kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Pandu berkata, saat ini pemerintah sedang mengatur atau menyusun aturan-aturan yang bisa diberlakukan saat kondisi memungkinkan untuk membuka semua sarana publik dalam berbagai sektor.

Oleh sebab itu ia tidak mempermasalahkan jika pemerintah melakukan persiapan, pembuatan regulasi, juga timeline rencana.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved