PSBB di Malang Raya

Jelang Normal Baru, Bupati Malang Sanusi Jelaskan Aturan Aktifitas Masyarakat

Sebelum normal baru diterapkan sepenuhnya, akan ada masa transisi yang diterapkan selama satu pekan. Dimulai pada tanggal 1 Juni 2020.

SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Rapat koordinasi pembahasan normal baru di Bakorwil III Malang, Rabu (27/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menegaskan wilayahnya bersiap jalani normal baru pasca PSBB Malang Raya. Hal tersebut disampaikannya usai ikuti rapat koordinasi di Bakorwil III Malang, Rabu (27/5/2020).

Sebelum normal baru diterapkan sepenuhnya, akan ada masa transisi yang diterapkan selama satu pekan. Dimulai pada tanggal 1 Juni 2020.

"Masa transisi adalah pelepasan aturan psbb. Ada kelonggaran, jadi kemarin ketat sekarang tidak," beber Sanusi.

Sanusi menerangkan, masyarakat wajib menerapkan protokol pencegahan Covid-19 saat masa transisi normal baru di Kabupaten Malang.

"Wajib pakai masker, jaga kebersihan, jaga kesehatan dan ini wajib pula diterapkan di seluruh tempat kerja pusat bisnis dan lain-lain. Terapkan sesuai protokol pencegahan Covid-19," kata Sanusi.

Meski ada kelonggaran, pengobatan pasien Covid-19 dipastikan Sanusi tetap dijalankan hingga pasien sembuh total.

"Pengobatan pasien tetap dijalankan. Malah kami tingkatkan," tutur pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Selain itu, Sanusi membebaskan pasien Covid-19 menjalani perawatan di rusunawa ASN atau isolasi mandiri di rumah.

"Semua yang sakit mau ke rusunawa kita rawat, yang mau isolasi mandiri ya kita layani semua. Sifatnya tidak wajib sekarang ada perubahan," beber politisi PDI Perjuangan itu.

Di sisi lain, menanggapi penerapan normal baru, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mewanti-wanti masyarakat harus tetap hindari situasi berkerumun. Karena rawan penularan COVID-19.

"Masyarakat harus tetap patuhi protokol kesehatan saat berlangsungnya normal baru," kata Arbani.

Aturan tersebut juga berlaku, terutama bagi pasien positif yang sedang jalani isolasi mandiri di rumah.

"Harus benar-benar isolasi di rumah gak boleh keluar. Jadi kamar harus terpisah dengan anggota keluarga. Kalau tidak, bisa menularkan ke anggota keluarga lain dan membuat penambahan pasien Covid-19," jelas mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved