Berita Surabaya Hari Ini

Penyelundupan 218 Ekor Burung Punglor dari NTT Berhasil Digagalkan Karantina Surabaya

Modus yang digunakan adalah menitipkan burung kepada Anak Buah Kapal (ABK) dan burung diambil seseorang/pembeli di Pelabuhan Tanjung Perak

SURYAMALANG.COM/Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya
Penyelundupan 218 ekor burung Punglor dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil digagalkan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan burung Punglor asal NTT.

Penyelundupan atau pengiriman burung Punglor atau Anis yang dimasukkan ke Surabaya secara ilegal ini terungkap pada Selasa (26/5/2020).

Melalui rilis resmi yang diterim SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/5/2020), Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya memaparkan. petugas Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Perak melakukan penggagalan pemasukan 218 ekor burung Punglor dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Burung-burung tersebut dikirim masuk Surabaya menumpang kapal Niki Sejahtera tanpa disertai dokumen yang dipersyaratkan.

Punglor dari NTT tergolong burung dengan harga tinggi. Selain NTT, Punglor juga dapat ditemui di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

“Penggagalan pemasukan 218 burung Punglor tersebut berkat infomasi dari masyarakat yang segera ditindaklanjuti oleh petugas karantina dengan melakukan koordinasi bersama Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Perak - Surabaya.Setelah dilakukan pemeriksaan di kapal Niki Sejahtera ternyata ditemukan ratusan burung tanpa dokumen tersebut,” jelas Sumitro petugas yang melakukan pemeriksaan.

Modus yang digunakan adalah menitipkan burung kepada Anak Buah Kapal (ABK) dan burung diambil seseorang/pembeli di Pelabuhan Tanjung Perak, tempat dimana kapal Niki Sejahtera tersebut bersandar.

Selama periode Januari - Mei 2020, penggagalan kali ini merupakan ke 10, namun merupakan yang pertamakalinya dari NTT,” imbuh Sumitro.

Di tempat terpisah Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menyatakan bahwa pemasukan burung tersebut telah melanggar UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan khususnya Pasal 35 ayat 1.

Oleh sebab itu demi keamanan, 218 burung Punglor tersebut ditahan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Perak.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved