Berita Surabaya Hari Ini

Besok Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Digelar, Khofifah Sebut Siswa Belajar di Rumah

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan besok, Selasa (2/2020) kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Ilustrasi - Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama para siswa kelas 1 SDN Kauman 1 Kota Malang di hari pertama sekolah tahun ajaran baru 2019/2020, Senin (15/7/2019). 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan besok, Selasa (2/2020) kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai. Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tersebut dilakukan siswa di rumah.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur saat memperpanjang proses belajar di rumah selama pandemi corona yang diterbitkan pada 19 April 2020 lalu.

Pada SE itu, belajar di rumah dan Libur lebaran dilakukan diberlakukan hingga 1 Juni 2020.

“Sekolah SMA SMK tetap akan masuk tanggal 2 Juni 2020 untuk memulai kembali proses pembelajaran di semester genap, namun kegiatan pembelajaran ini dilakukan di rumah,” kata Khofifah, Senin (1/6/2020).

Program pembelajaran SMA SMK tetap akan dilakukan di rumah selama masa pandemi covid-19, hingga pemberitahuan selanjutnya.

Jikalaupun ada penerapan new normal di bidang pendidikan tentunya protokol kesehatannya mulai dari berangkat hingga saat ada di sekolah dan bagaimana sistem pembelajaran dilakukan juga harus diatur.

“Nanti akan akan penjelasan selanjutnya,” terang Khofifah.

Tidak hanya itu, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) juga akan dilaksanakan sesuai jadwal.

Sistem PPDB jenjang SMA SMA PK-PLK akan dilakukan mulai tanggal 8 Juni 2020 dengan sistem online.

Sistem persyaratan yang membutuhkan verifikasi juga dilakukan dalam bentuk mengunggah berkas, dan akan dilakukan pengecekan validasi saat masa pandemi berakhir.

“Jadi misalnya ada jurusan khusus yang menyaratkan tidak boleh buta warna, ya harus diunggah bukti keterangan dari layanan kesehatan. Dalam klausul PPDB kita disebutkan kalau yang diunggah tidak benar maka penerimaan siswa bisa dibatalkan dan siswa dikeluarkan dari sekolah sebagai sanksinya,” kata Khofifah.

Sedangkan Untuk PPDB di kabupaten kota diserahkan ke masing-masing pemda sesuai dengan kewenangannya.

Tepatnya untuk SMP dan juga SD.

Meski di tengah masa pandemi, Khofifah mengimbau pada seluruh siswa untuk tetap semangat menjalani proses belajar di rumah.

Begitu juga dengan tenaga pengajar, selama masa pandemi dan besok akan dimulai kembali pembelajaran maka ia meminta agar Kurikulum yang harus diajarkan agar tetap diajarkan pada siswa.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved